Coinbase Buka Akses Pembelian Saham IPO untuk Investor AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Coinbase mulai menawarkan akses kepada pelanggan di Amerika Serikat untuk membeli saham dalam penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebelum saham tersebut diperdagangkan di bursa.
Perusahaan pertama yang ditawarkan melalui layanan tersebut adalah Oura Health, produsen cincin pintar, yang menawarkan 50 juta saham dengan kisaran harga US$40-US$44 per saham. Saham Oura diperdagangkan dengan kode OURA di Nasdaq.
Saham yang dibeli merupakan saham ekuitas, bukan aset yang ditokenisasi. Transaksi dilakukan melalui aplikasi Coinbase dan difasilitasi Coinbase Capital Markets, unit bisnis sekuritas yang terpisah dari operasi aset digital Coinbase.
Untuk berpartisipasi, pelanggan perlu mengisi saldo akun, menyelesaikan kuesioner FINRA terkait status pembatasan, serta mengajukan Conditional Offer to Buy atau Penawaran Pembelian Bersyarat.
Coinbase mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas layanan keuangan dan membangun konsep "Everything Exchange", yang mencakup akses terhadap berbagai jenis aset dalam satu platform.
Baca Juga
Harga Kripto Tertekan dan Manfaatkan AI, Coinbase Lakukan PHK Massal
Ketentuan Penjualan Saham IPO
Coinbase menerapkan mekanisme alokasi yang mempertimbangkan perilaku investor setelah memperoleh saham IPO. Pelanggan yang menjual saham IPO dalam 30 hari pertama dapat dikenai larangan mengikuti penawaran IPO selama 60 hari berikutnya.
Investor yang berulang kali menjual saham IPO dalam periode tersebut juga dapat menerima alokasi yang lebih kecil dan lebih jarang dibandingkan investor yang mempertahankan sahamnya lebih lama.
Ketentuan tersebut bukan merupakan lock-up kontraktual. Pelanggan tetap dapat menjual saham setelah saham mulai diperdagangkan, tetapi penjualan dalam 30 hari pertama dapat memengaruhi akses terhadap penawaran IPO berikutnya.
Baca Juga
Delapan Kuartal Untung Terus, Coinbase Akhirnya Rugi US$ 667 Juta di Kuartal IV 2025
Coinbase juga menyatakan bahwa pesanan pelanggan tidak menjamin saham akan diperoleh. Pesanan dapat dipenuhi seluruhnya, sebagian, atau tidak dipenuhi, tergantung tingkat permintaan dan jumlah saham yang tersedia dari pihak penjamin emisi.
Dalam proses alokasi, investor ritel juga berada di belakang investor institusi yang mendapat prioritas alokasi.
Dengan skema tersebut, pelanggan yang mengajukan Conditional Offer to Buy tetap menghadapi kemungkinan tidak mendapatkan alokasi saham meskipun telah menyiapkan dana dan menyelesaikan proses yang dipersyaratkan.
