Generasi Milenial Dominasi Pembelian SBN Ritel Seri 015, Pemerintah Kantongi Rp 17 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis hasil penjualan Surat Berharga Negara (SBN) ritel untuk instrumen saving bond ritel SBR015. Total, pemerintah mengantongi sebesar Rp 17 triliun dari penjualan SBR015 ini.
SBR015 ditawarkan dengan dua jenis seri yaitu SBR015T2 untuk tenor dua tahun dan SBR015T4 untuk empat tahun. Seri SBR015T2 dibeli investor dengan nilai mencapai Rp 13,6 triliun dan seri SBR015T4 mencapai Rp 3,4 triliun.
“Dana hasil penjualan SBR015 tersebut akan digunakan untuk pemenuhan target pembiayaan APBN tahun 2026 dan perubahannya,” kata Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko (PPR) Suminto, Selasa (27/10/2026).
Suminto mengatakan SBR015 ditawarkan dengan kupon sebesar 6,75%, untuk tenor 2 tahun, dan 6,85%, untuk tenor 4 tahun. Kupon tersebut ditetapkan berdasarkan pertimbangan kondisi pasar keuangan global dan domestik yang cukup volatile.
Dari data penjualan, terdapat 62.529 investor yang membeli SBR015. Angka ini terdiri atas 51.702 investor yang membeli SBR015T2 dan 14.156 investor yang membeli seri SBR015T4. Terdapat pula 3.329 investor yang berpartisipasi pada kedua tenor.
Baca Juga
Kemenkeu Targetkan Rp 150-170 Triliun dari Penawaran SBN Ritel 2026
Berdasarkan jumlah investor generasi milenial mendominasi pemesanan SBR015 yaitu sebesar 49,84%, diikuti generasi X sebesar 29,47%, dan generasi baby boomers sebesar 13,25%. Sementara itu, generasi Z hanya sekitar 6,77%.
Meski besar secara dominasi, nominal pembelian terbesar SBR015 berasal dari generasi X. Pembelian SBR015 generasi X mencapai 38,38% dan baby boomers mencapai 31,97%.
Pegawai swasta mendominasi jumlah investor SBR015 yaitu sebesar 34,36%. Meski demikian, secara nominal, investor dengan profesi wiraswasta mendominasi pemesanan yaitu sekitar 32,1%.
