Saham Bayan (BYAN) Rebound hingga ARA Pagi Ini, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) akhirnya rebound Rabu (16/9/2026) setelah lima hari beruntun dilanda penurunan tajam hingga tekan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI).
Data BEI hingga puku 09.20 WIB menyebutkan saham BYAN melesat hingga auto reject atas (ARA) dengan kenaikan Rp 2.025 atau menguat 19,85% menjadi Rp 12.225. Kenaikan ini menjadi penopang utama rebound IHSG pagi ini.
Baca Juga
Force Majeure dan Haji Isam Rontokkan Saham Bayan (BYAN) hingga 40% dalam Sebulan
Rebound pesat tersebut berbanding terbalik dengan pergerakan saham BYAN dalam sepekan terakhir melorot lebih dari 25% dari Rp 13.775 menjadi Rp 10.200 hingga penutupan kemarin.
Meski menunjukkan rebound pesat pagi ini, Bayan (BYAN) masih dibayangi dua sentimen negative. Pertama, Bayan (BYAN) tengah memasuki keadaan yang bersifat memaksa (force majeure) kepada para pelanggannya. Force majeure terjadi karena persetujuan atas perubahan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Tahun 2026 belum diterbitkan kepada anak usahanya PT Tiwa Abadi (TA), PT Tanur Jaya (TJ), dan PT Fajar Sakti Prima (FSP).
Baca Juga
Bayan Resources (BYAN) Ditawar US$ 3 Miliar, IAW Ingatkan Hak Investor Publik
BYAN menyatakan belum diterbitkannya persetujuan perubahan RKAB menimbulkan dampak material terhadap kelangsungan usaha perseroan, yaitu kemampuan perseroan dan anak-anak perusahaan dalam menjalankan kegiatan produksi batu bara serta memenuhi kewajiban penyediaan batu bara kepada pelanggan berdasarkan perjanjian yang telah ada.
Rumor selanjutnya datang dari tawaran Haji Isam terhadap 62% saham BYAN dengan harga jauh di bawah harga pasar atau sekitar US$ 3 miliar. Harga tersebut mencerminkan diskon hingga 80% dari harga rata-rata saham BYAN.
