Bidik Produksi 57 Juta Ton, Bayan (BYAN) Incar Pendapatan hingga US$ 3,6 Miliar
JAKARTA, investrotrust.id – PT Bayan Resources Tbk (BYAN) membidik pendapatan berkisar US$ 3,3-3,6 miliar sepanjang tahun ini. Sedangkan belanja modal yang disiapkan untuk mencapai target tersebut berkisar US$ 230-260 juta.
Manajemen Bayan (BYAN) dalam Bayan Resources 2024 Guidance menyebutkan bahwa target pendapatan tersebut merefleksikan perkiraan peningkatan volume produksi batu bara menjadi sekitar 55-57 juta ton tahun ini, dibandingkan tahun lalu sebanyak 48 juta ton.
Baca Juga
Target pertumbuhan produksi berkisar 15-20% tersebut mempertimbangkan ekspansi konsesi tambang Tabang, termasuk Nart Pakar. Sebagaimana diketahui tambang ini menjadi penyumbang terbesar mencapai 41,6 juta ton tahun 2023 dan diharapkan meningkat menjadi 49-51 juta ton tahun ini.
Sedangkan rata-rata strip ratio (SR) perseroan diharapkan meningkat menjadi 4,7-5 kali, dibandingkan realisasi tahun 2023 sekitar 4,6 kali. Emiten tambang batu bara yang dikendalikan Low Tuck Kwong juga memprediksi kenaikan biaya tambang atau cast cost menjadi US$ 40-43 per ton tahun ini, dibandingkan tahun lalu sekitar US$ 39 per ton.
Terkait kontrak penjualan batu bara emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di BEI ini telah mendapatkan sebanyak 45,5 juta ton. Angka tersebut telah merefleksikan 80-82% dari target volume penjualan tahun ini.
Baca Juga
Low Tuck Kwong Diam-diam Gencar Tambah Saham Bayan (BYAN), Kepemilikannya Segini
Perseroan juga menyebutkan harga ditetapkan fixed untuk 16% dari total kontrak dengan rata-rata US$ 49,6 per ton.
Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan rata-rata harga jual batu bara perseroan berkisar US$ 60-65 per ton setelah mempertimbangkan harga benchmark Newcastle dalam kisaran US$ 110 per ton.
“Dengan perkiraan pertumbuhan volume produksi dan pendapatan, EBITDA perseroan diharapkan meningkat menjadi sektiar US$ 1,2-1,4 miliar sepanjang 2024,” tulis manajemen dalam guidance tersebut.

