IHSG Anjlok 2,5%, Analis: Hindari Bottom Fishing dan Selektif Pilih Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia diproyeksikan melanjutkan pelemahan menuju level 6.350-6.370, apabila menembus area support 6.400-6.420. Tekanan terhadap IHSG masih tinggi, seiring meningkatnya aksi risk-off investor akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan lonjakan harga minyak Brent ke kisaran US$ 108 per barel.
Berdasarkan data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 15.00 WIB pada perdagangan sesi II Senin (14/9/2026), IHSG anjlok sebanyak 164 poin (2,50%) menjadi 6.376. Nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp 11,21 triliun.
Baca Juga
Saham Merdeka Gold (EMAS) Mendadak Jatuh Dalam, Ini Faktor Pemicu Utamanya
“Secara teknikal, IHSG sedang menguji area support 6.400-6.420, apabila area ini ditembus, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 6.350-6.370,” kata Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama saat dihubungi investortrust.id, Senin (14/9/2026).
Menurut Elandry, pemulihan IHSG baru akan lebih meyakinkan apabila indeks mampu kembali ke atas level 6.500-6.550.
Baca Juga
BI Waspadai 'Higher for Longer' Suku Bunga Global Hingga 2027 gegara Harga Minyak Dunia
Elandry menjelaskan, pelemahan IHSG hampir 2% pada perdagangan hari ini terutama dipicu meningkatnya sikap risk-off investor akibat eskalasi konflik Timur Tengah yang kembali mendorong harga minyak Brent ke kisaran US$ 108 per barel.
Lonjakan harga energi meningkatkan risiko inflasi, menekan rupiah, dan memperbesar kekhawatiran bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini. Kondisi tersebut mendorong investor mengurangi eksposur pada aset berisiko, terutama saham berkapitalisasi besar dan sektor yang sensitif terhadap kenaikan biaya energi.
Saham Pilihan
Di tengah tekanan IHSG, Elandry menyarankan investor tidak terburu-buru melakukan bottom fishing atau membeli saham yang sedang jatuh. Investor juga disarankan tetap selektif dalam memilih saham.
Baca Juga
Tekanan Harga Pangan Meluas, 314 Kabupaten/Kota Alami Kenaikan IPH
Sejumlah saham yang dapat dicermati adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang berpotensi mendapat katalis dari kenaikan harga energi.
Selain itu, investor dapat mencermati saham defensif seperti PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).
