Dipicu Lompatan Harga, BEI Kembali Suspensi Saham Emiten Haji Isam (JARR)
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghentikan sementara (suspensi) perdaganan saham emiten milik Haji Isam, kali ini PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), mulai sesi I, Jumat (11/9/2026).
BEI sebelumnya telah terlebih dahulu menghentikan sementara perdagangan saham emiten yang teraffiliasi dengan Haji Isam, PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), sejak 1 September 2026. Suspensi juga dipicu atas lompatan harga pesat.
Baca Juga
NexAI (MGLV) Gelar Rights Issue Target Dana Rp 2,53 Triliun, Penggunaan Dana untuk Data Center
BEI dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa penghentian sementara transaksi saham JARR dipicu atas peningkatan harga kumulatif yang signifikan dan bertujuan sebagai cooling down untuk perlindungan investor. Berdasarkan data BEI, saham JARR telah melambung lebih dari 91% menjadi Rp 3.700 dalam sebulan terakhir.
Terkait kinerja keuangan hingga semester I-2026, JARR mencatatkan penurunan penjualan dari Rp 2,04 triliun menjadi Rp 1,76 triliun. Laba usaha juga turun dari Rp 263,11 miliar menjadi Rp 234,38 miliar.
Perseroan juga mencatatkan penurunan laba bersih tahun berjalan dari Rp 160,39 miliar menjadi Rp 158,93 miliar. Penurunan tersebut menjadikan laba per saham dasar JARR melemah dari Rp 17,38 menjadi Rp 17,22 per saham.
Baca Juga
Inflasi Hantui Pasar Obligasi AS, Yield US Treasury 10-Tahun Melejit Dekati 5%
Terkait Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/9/2026), berpeluang lanjutkan pergerakan volatile rentang 6.550-6.600. Tiga saham pilihan UNTR, PTBA, dan JARR.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG masih volatile dengan bias melemah di tengah risiko eskalasi AS-Iran dan lonjakan harga minyak. Secara teknikal, selama belum reclaim 6.600, IHSG berisiko turun ke 6.475–6.375, dengan 6.600-6.700 sebagai resistance.
