Anggarkan Capex US$50 Juta, Indo Tambangraya (ITMG) Incar Produksi 22,9 Juta Ton
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$50 juta pada 2026. Anggaran tersebut disiapkan untuk mendukung berbagai kegiatan, termasuk mengantisipasi kenaikan produksi batubara yang ditargetkan mencapai 22,9 juta ton.
Hingga akhir Juni 2026, ITMG telah merealisasikan capex sebesar US$21 juta, atau sekitar 42% dari anggaran setahun penuh. Realisasi tersebut masih sejalan dengan rencana penggunaan investasi perseroan pada 2026. “Semester pertama, US$21 juta untuk kebutuhan ekspansi pelabuhan, guna menyokong kenaikan produksi di masa mendatang. Target full year US$50 juta untuk berbagai kegiatan yang akan dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan produksi batubara ke depan,” ujar Direktur Indo Tambangraya Megah, Yulius Kurniawan Gozali dalam pubex live, Rabu (9/9/2026).
Pada semester I-2026, ITMG membukukan pendapatan sebesar US$1.000 juta, tumbuh 9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh kenaikan volume penjualan sebesar 5% dan harga jual rata-rata (average selling price/ASP) sebesar 4% menjadi US$81 per ton.
Baca Juga
Indo Tambangraya (ITMG) Cetak Kenaikan Pendapatan 9% di Semester I-2026, Laba Segini
Seiring dengan peningkatan pendapatan tersebut, ITMG mencatat laba bersih sebesar US$110 juta, meningkat 17% yoy. Laba kotor juga tumbuh 14% yoy menjadi US$256 juta, sedangkan EBITDA meningkat 11% yoy menjadi US$181 juta.
Sementara itu, Presiden Direktur ITMG Mulianto mengatakan, peningkatan kinerja tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan profitabilitas di tengah kenaikan biaya penambangan dan pengangkutan.
“Kinerja semester I-2026 menunjukkan bahwa ITMG mampu menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika biaya dan pasar. Peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba,” jelas Mulianto.
Dari sisi operasional, ITMG mencatat produksi batubara sebesar 9,9 juta ton pada semester I-2026, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, volume penjualan meningkat 5% yoy menjadi 12,3 juta ton. Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang penguatan harga acuan batubara yang mendorong kenaikan ASP sebesar 4%, ditambah peningkatan volume penjualan.
Baca Juga
Pertumbuhan penjualan juga tercatat di sejumlah pasar utama, termasuk Jepang, Filipina, dan Thailand. Hal tersebut menunjukkan kemampuan ITMG dalam mengoptimalkan portofolio pasar. Kinerja tersebut turut meningkatkan kontribusi ITMG kepada negara. Pembayaran royalti meningkat 7% yoy menjadi US$111 juta, terutama didorong peningkatan volume penjualan.
“Kami juga terus memperkuat disiplin biaya, meningkatkan efisiensi dan produktivitas operasional, serta mengoptimalkan aset dan pasar untuk menjaga kinerja perusahaan secara berkelanjutan,” sambung Mulianto.
Dari sisi finansial, ITMG mempertahankan struktur permodalan yang sehat. Total aset per 30 Juni 2026 mencapai US$2.417 juta, relatif stabil dibandingkan akhir 2025. Kas dan setara kas tercatat sebesar US$738 juta, ditambah deposito jangka pendek sebesar US$66 juta. Secara keseluruhan, keduanya setara dengan 33% dari total aset. Sementara itu, total liabilitas ITMG tercatat sebesar US$506 juta, dengan total ekuitas mencapai US$1,91 miliar.
