Indo Tambangraya (ITMG) Cetak Kenaikan Pendapatan 9% di Semester I-2026, Laba Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan peningkatan pendapatan sebanyak 9% menjadi US$ 1 miliar sepanjang semester I-2026. Sebaliknya laba bersih mencapai US$ 110 juta, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 93,99 uta.
Manajemen ITMG dalam keterangan resminya, Selasa (11/8/2026), menyebutkan bahwa kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 5% secara tahunan dan kenaikan harga jual rata-rata atau average selling price (ASP) sebesar 4%. Total volume penjualan sebesar 12,3 juta ton, meningkat dari 11,7 juta ton pada semester I-2025. ASP meningkat dari US$ 78 per ton menjadi US$ 81 per ton.
“Kenaikan ASP tersebut sejalan dengan harga acuan batubara yang menguat,” tulis manajemen ITMG dalam laporan keuangan konsolidasian periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2026.
Baca Juga
Bahlil Tegaskan Tak Pernah Larang Ekspor Batu Bara, Hanya Tunda Pengiriman Demi Pasokan PLN
Dari sisi operasional, manajemen ITMG menyebutkan, produksi batu bara ITMG meningkat 13%, dibandingkan kuartal sebelumnya. Volume produksi mencapai 5,3 juta ton pada kuartal II 2026. Dengan demikian, total produksi batu bara ITMG sepanjang semester I-2026 mencapai 9,9 juta ton atau lebih rendah dari periode sama tahun sebelumnya 10,4 juta ton.
Namun, volume penjualan justru meningkat menjadi 12,3 juta ton dari 11,7 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan volume penjualan dan ASP tersebut menjadi faktor utama yang pendorong pertumbuhan pendapatan ITMG sebesar 9% secara tahunan.
Beban Naik 7%
Di sisi beban, ITMG mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 7% pada semester I-2026. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya penambangan dan pengangkutan batu bara akibat nisbah kupas yang lebih tinggi serta kenaikan biaya bahan bakar yang mengikuti kenaikan harga minyak dunia selama periode berjalan.
Baca Juga
Beban penjualan juga meningkat dari US$81 juta menjadi US$ 88 juta, sejalan dengan peningkatan volume penjualan. Beban umum dan administrasi tercatat sebesar US$26 juta pada 6M26. Dengan demikian, total beban operasional ITMG mencapai US$114 juta pada periode tersebut.
Sebaliknya ITMG membukukan pendapatan keuangan sebesar US$ 18 juta pada semester I-2026, turun dari US$ 21 juta pada semester I-2025. Namun, beban keuangan ITMG turun 32% secara tahunan dari US$ 6 juta menjadi US$ 4 juta. Royalti kepada pemerintah juga meningkat 7% secara tahunan menjadi US$ 111 juta pada, terutama disebabkan oleh kenaikan volume penjualan.

