Pasar Kripto Melemah di Akhir Pekan, Bitcoin Jatuh di Bawah Level Psikologis US$ 80.000
JAKARTA, investortrust.id - Mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar ditutup melemah dalam perdagangan Sabtu (5/9/2026) dini hari waktu Asia.
Berdasarkan data CoinMarketCap, Sabtu pukul 06.20 WIB, Bitcoin diperdagangkan pada US$ 79.666 atau turun 1,78% dalam sehari. Ethereum melemah 1,80% ke US$2.451,33, sementara XRP anjlok 4,04% ke US$1,39.
BNB menjadi satu-satunya aset non-stablecoin yang relatif tertahan, dengan koreksi 0,70% ke US$719,13. Aset tersebut bahkan sempat menguat 0,14% dalam satu jam terakhir, berbeda dari mayoritas pasar yang bergerak di zona merah.
Baca Juga
Bukan Cuma Bitcoin, Ini 5 Aset Kripto yang Diam-Diam Diborong Jelang FOMC September 2026
Pelemahan terjadi secara luas dan tercermin pada CoinMarketCap 20 Index (CMC20), indeks yang mengukur kinerja 20 aset kripto teratas. Indeks tersebut berada di posisi 163,28 poin, turun 1,89% dalam 24 jam.
Dalam rentang satu jam terakhir, pergerakan pasar cenderung datar. Bitcoin dan Ethereum masing-masing hanya terkoreksi 0,02% dan 0,07%, mengindikasikan tekanan jual yang mulai mereda setelah pelemahan sepanjang hari.
Adapun aset kripto tergelincir mulai Jumat (4/9/2026) malam setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang jauh melampaui ekspektasi meredam harapan pelonggaran kebijakan moneter, mendorong probabilitas kenaikan suku bunga Fed pekan depan naik menjadi 60% dari sebelumnya 52%.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa penambahan lapangan kerja di luar sektor pertanian (nonfarm payrolls) melonjak sebesar 162.000 pada bulan lalu, jauh melampaui perkiraan konsensus sebesar 55.000. Meskipun pasar tenaga kerja yang tangguh ini mencerminkan kekuatan ekonomi, pasar berjangka dana Fed langsung menyesuaikan ekspektasi kebijakan.
Para trader kini melihat probabilitas 60% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan pekan depan, naik dari 52% sebelum data dirilis. Namun, para pelaku pasar menekankan bahwa data CPI pekan depan tetap menjadi penentu utama sebelum para pejabat The Fed berkumpul. Prospek imbal hasil yang bertahan tinggi atau bahkan meningkat mengguncang aset-aset tanpa imbal hasil menekan Bitcoin cs.
Baca Juga
Bukan Cuma Bitcoin, Ini 5 Aset Kripto yang Diam-Diam Diborong Jelang FOMC September 2026
