Bukan Cuma Bitcoin, Ini 5 Aset Kripto yang Diam-Diam Diborong Jelang FOMC September 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pertengahan September 2026, aktivitas whale dan investor institusi di pasar kripto justru makin ramai. Alih-alih menahan diri karena ketidakpastian arah suku bunga The Fed, sejumlah pemain besar terpantau menambah posisi di beberapa aset digital, mulai dari Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), hingga token berbasis DeFi seperti Uniswap (UNI), Orca (ORCA), dan Pump.fun (PUMP).
Langkah ini muncul di tengah data on-chain yang menunjukkan pergeseran pola akumulasi, sekaligus di saat probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September ini meningkat tajam dibanding proyeksi sebelumnya.
Melansir dari Pintu, Jumat (4/9/2026), Bitcoin masih menjadi aset paling banyak dilirik institusi menjelang FOMC. Data arus dana menunjukkan ETF spot Bitcoin di Amerika Serikat mencatat inflow sekitar US$ 3,52 miliar sepanjang Agustus 2026, bulan terkuat sepanjang tahun berjalan. Momentum ini muncul setelah harga BTC menguat sekitar 25% dalam sebulan dan sempat menyentuh level US$ 78.000, dengan area support di kisaran US$ 75.000 yang berhasil dipertahankan sejak Juli.
Meski demikian, analis mengingatkan bahwa lonjakan inflow ini baru membentuk “floor parsial”, bukan jaminan tren naik berkelanjutan. Pada semester pertama 2026, ETF Bitcoin sempat mencatat outflow kumulatif hingga US$ 5,29 miliar ketika harga BTC anjlok ke kisaran US% 63.000. Artinya, arus masuk institusi bisa berbalik arah dengan cepat jika sentimen suku bunga berubah, terutama jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunga pada pertemuan September ini.
Ethereum juga mencatat aktivitas whale yang menarik perhatian. Pada 21 Agustus 2026, sebuah wallet anonim membeli 16.699,32 ETH senilai sekitar US$ 35,84 juta dalam satu hari melalui platform CowSwap, dengan harga rata-rata sekitar US$ 2.146 per token. Wallet yang sama sebelumnya tercatat sukses menjual ETH mendekati puncak harga di level US$ 4.400, sehingga pembelian barunya dibaca sebagian analis sebagai sinyal keyakinan terhadap potensi kenaikan harga lanjutan.
Namun sinyal tidak sepenuhnya searah. Pada 1 September 2026, whale lain memindahkan 44.126 ETH atau sekitar US$ 108 juta ke layanan kustodian institusional milik salah satu platform besar dalam satu transaksi. Pergerakan dana besar semacam ini biasanya membuat trader waspada, karena bisa berujung pada aksi jual maupun sekadar penempatan dana untuk kebutuhan kustodian institusional. Kombinasi akumulasi dan transfer besar ke layanan kustodian ini mencerminkan pasar Ethereum yang masih mencari arah menjelang keputusan suku bunga.
Baca Juga
Salah satu sorotan terbesar datang dari Stanley Druckenmiller lewat Duquesne Family Office. Berdasarkan laporan Form 13F yang dipublikasikan pada 14 Agustus 2026, Duquesne menggelontorkan sekitar US$ 125,6 juta ke empat saham perusahaan penambang Bitcoin sepanjang kuartal kedua 2026. Rincian alokasinya adalah Bitdeer (BTDR) senilai US$ 64,7 juta, Hut 8 (HUT) senilai US$ 36,3 juta, Riot Platforms (RIOT) senilai US$ 20,7 juta, dan IREN senilai US$ 4 juta.
Dana untuk investasi ini sebagian berasal dari penjualan saham chip AI seperti Broadcom, Intel, dan Micron, sementara posisi di Taiwan Semiconductor justru ditambah menjadi US$ 281,6 juta. Menariknya, keempat saham penambang Bitcoin tersebut justru turun sekitar 24% sejak akhir Juni, membuat portofolio Duquesne di sektor ini mencatat unrealized loss sekitar US$ 30,7 juta, meski harga Bitcoin sendiri naik 33% pada periode yang sama.
Strategi Druckenmiller ini menunjukkan pendekatan yang berbeda dari sekadar membeli Bitcoin secara langsung. Ia memilih perusahaan penambang karena model bisnisnya yang ganda, yaitu menambang Bitcoin sekaligus menyewakan kapasitas listrik dan infrastruktur pusat data ke perusahaan kecerdasan buatan yang membutuhkan daya besar. Pendekatan ini mencerminkan cara institusi besar mengambil eksposur ke sektor kripto tanpa harus memegang aset digital secara langsung.
Baca Juga
Sinyal The Fed Dorong Bitcoin ke US$ 81.000, Namun Hati-hati Ada Likuidasi
UNI, ORCA, dan PUMP: Token dengan Mekanisme Buyback Jadi Incaran
Selain BTC dan ETH, whale juga terpantau memborong beberapa token altcoin yang memiliki mekanisme buyback atau pembakaran token. Data on chain menunjukkan saldo whale Uniswap (UNI) naik dari 3,20 juta menjadi 3,46 juta token, dengan satu wallet whale baru bergabung ke dalam kohort pemegang besar, senilai sekitar US$ 1,62 juta. Kenaikan ini terkait dengan mekanisme protokol yang mengalokasikan sebagian fee trading untuk pembakaran token UNI, sehingga transaksi yang lebih ramai berpotensi mengurangi sirkulasi token di pasar.
Pola serupa terlihat pada Orca (ORCA), di mana kepemilikan whale naik 25,4% dari 160.000 menjadi 201.000 token oleh sepuluh wallet besar, dibarengi arus keluar dari bursa senilai US$ 263,7 ribu yang mengindikasikan penyempitan pasokan di pasar.
Sementara itu, Pump.fun (PUMP) menunjukkan sinyal yang lebih beragam, saldo whale bertambah 62,75 juta token, namun sejumlah wallet dengan rekam jejak profit tinggi justru menjual sekitar US$ 2,27 juta dalam periode yang sama. Analis menilai pola ini bukan pertanda “altcoin season” secara luas, melainkan lebih ke strategi selektif pada token yang punya mekanisme permintaan bawaan dari protokolnya sendiri.
Kenapa Momentum FOMC September Ini Berbeda?
Yang membuat situasi kali ini berbeda dari FOMC-FOMC sebelumnya adalah arah ekspektasi pasar terhadap suku bunga. Berdasarkan data CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan 15-16 September 2026 melonjak ke 66%, jauh meningkat dari sekitar 35% sebelumnya. Pergeseran ini banyak dikaitkan dengan pidato hawkish Ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole, yang mengisyaratkan bahwa inflasi masih menjadi perhatian utama bank sentral. Barclays bahkan memproyeksikan dua kali kenaikan suku bunga sepanjang 2026, yaitu pada September dan Desember.
Situasi ini membuat pelaku pasar lebih berhati-hati dibanding periode FOMC sebelumnya yang umumnya diwarnai ekspektasi pemangkasan suku bunga. Beberapa analis memperingatkan bahwa satu kali kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin saja berpotensi memicu koreksi harga kripto sebesar 10 hingga 15%, terutama jika dibarengi dengan data inflasi yang lebih panas dari perkiraan. Area resistance BTC di kisaran US$ 82.000 hingga US$ 86.000 pun telah dua kali gagal ditembus sepanjang 2026, menandakan pasar masih menunggu kepastian arah kebijakan sebelum berani mengambil posisi lebih agresif.
Bagi investor, momentum ini layak dipantau ketat lewat beberapa indikator kunci, mulai dari hasil keputusan FOMC dan proyeksi dot plot suku bunga, rilis data inflasi terbaru, arus dana ETF spot Bitcoin dan Ethereum, hingga pergerakan wallet whale di jaringan on chain. Pola akumulasi oleh whale dan institusi memang bisa menjadi sinyal keyakinan jangka panjang, namun bukan jaminan bahwa harga akan bergerak searah dalam waktu dekat, terutama di tengah ketidakpastian kebijakan moneter seperti sekarang.
