Bakrie Metals Gelontorkan Dana Rp 300 Miliar Tambah Saham VKTR Teknologi (VKTR), Kepemilikan Naik Jadi 21,06%
JAKARTA, investortrust.id – PT Bakrie Metal Industries, anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), resmi menggelontorkan dana Rp 300 miliar untuk menambah porsi kepemilikan saham di perusahaan pionir kendaraan listrik komersial Indonesia, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).
Manajemen VKTR dalam pengumuman resmi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/8/2026), menyebutkan Bakrie Metal Industries memborong sebanyak 3 miliar unit saham VKTR. Transaksi pembelian saham tersebut dilakukan di harga Rp 100 per saham atau jauh di bawah harga saat ini berkisar Rp 950. Dengan demikian, total nilai transaksi setara dengan Rp 300 miliar.
Baca Juga
Pembeilian saham tersebut menjadikan hak suara Bakrie Metal Industries di VKTR meningkat pesat dari sebelumnya 14,20% menjadi 21,06%. Adapun tujuan transaksi pembelian saham pada 21 Agustus tersebut adalah investasi. Berdasarkan data BEI, saham VKTR telah melambung lebih dari 24% menjadi Rp 960 dalam sebulan terakhir.
Sepanjang semester I-2026, VKTR berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 10 miliar, melonjak 25% secara tahunan (year on year/yoy). Peningkatan laba ini ditopang oleh penjualan bersih yang melesat tajam 56% (yoy) menjadi Rp 647 miliar. Pencapaian tersebut tidak lepas dari tingginya kebutuhan pasar terhadap solusi transportasi rendah emisi, serta pulihnya industri otomotif nasional yang mendongkrak segmen manufaktur suku cadang.
Direktur Utama VKTR Teknologi Mobilitas, Anindra Ardiansyah Bakrie, menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan ini juga diikuti oleh perbaikan profitabilitas yang luar biasa. Laba usaha perseroan tercatat melejit hingga 1.890% (yoy) menjadi Rp 16 miliar. "Kinerja operasional VKTR semakin kuat pada kedua lini bisnis perseroan. Hal itu ditunjukkan oleh pencapaian laba bersih sebesar Rp 10 miliar, tumbuh 25% (yoy)," ungkap Ardi Bakrie.
Baca Juga
Bakrie Capital Indonesia Kini Kantongi 25,31% Saham BNBR usai Rights Issue
Lonjakan laba usaha ini juga mencerminkan keberhasilan manajemen VKTR dalam menjaga efisiensi operasional dan mengoptimalkan struktur biaya di tengah dinamika biaya energi global dan peningkatan volume penjualan.
Dari sisi neraca keuangan, Ardi Bakrie menegaskan bahwa kondisi perusahaan tetap berada dalam posisi yang sehat untuk terus berekspansi. Hingga akhir semester I-2026, aset emiten yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) ini tercatat naik 3% (yoy) menjadi Rp 1,84 triliun. Sementara itu, liabilitas tercatat sebesar Rp 589 miliar atau naik 6% sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), dan ekuitas perusahaan tumbuh 1% (ytd) menjadi Rp 1,26 triliun.
