Bakrie Capital Indonesia Kini Kantongi 25,31% Saham BNBR usai Rights Issue
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Bakrie Capital Indonesia kini menjadi pemegang terbanyak saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dengan kepemilikan 25,31% setelah pelaksanaan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).
Berdasarkan laporan kepemilikan saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 4 Agustus 2026, Bakrie Capital Indonesia sebelumnya memiliki 183,22 juta saham atau setara 0,11% hak suara di BNBR. Namun usai transaksi, jumlah kepemilikan saham Bakrie Capital Indonesia meningkat menjadi 66,65 miliar saham atau setara 25,31% hak suara.
Baca Juga
Bakrie Power Jadi Mitra Terpilih Proyek Danantara, BNBR: Statusnya Masih Bersyarat
Kenaikan kepemilikan tersebut berasal dari pelaksanaan HMETD sebanyak 66,46 miliar saham biasa. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa transaksi terkait dilaksanakan pada 30 Juli 2026 dengan harga pelaksanaan Rp 53 per saham, sehingga total dana yang digelontorkan Rp 3,52 triliun.
Sebelumnya, Bakrie & Brothers (BNBR) telah melaksanakan Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu V (PMHMETD V) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak 89,91 miliar saham. Saham baru yang diterbitkan dalam PMHMETD V mewakili 34,15% dari modal ditempatkan dan disetor.
Saham baru dengan nilai nominal Rp 12 per saham tersebut ditawarkan dengan harga pelaksanaan Rp 53 per saham. Dengan demikian, BNBR menghimpun dana sebesar Rp 4,76 triliun. Adapun Bakrie Capital bertindak seabgai pembeli siaga sisa HMETD BNBR
Baca Juga
Bakrie & Brothers (BNBR) Rights Issue Rp 4,76 Triliun, BCI Berpotensi Kuasai 34,15% Saham
BNBR mengungkap bahwa sebagian besar dana hasil rights issue atau mencapai Rp 4,36 triliun akan digunakan sebagai pinjaman kepada BTI, anak usaha perseroan. Dana ini selanjutnya digunakan sebanyak Rp 3,66 triliun untuk pembayaran seluruh pokok pinjaman kepada Hartman International Pte. Ltd. (“Hartman”).
Perseroan mengalokasikan dana tersebut senilai Rp 700 miliar untuk pembayaran seluruh pokok pinjaman BTI kepada PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). Perseroan juga mengalokasikan sebanyak Rp 200 miliar dari dana tersebut untuk setoran modal kepada anak usaha BNR, yaitu BCONS, untuk kebutuhan modal kerja dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan usaha dalam proyek yang akan dikerjakan BCONS, yaitu proyek Pertamina Hulu Rokan: North Dumai Development (PHR NDD).

