IHSG Ditutup Melesat 1,68% Terdorong Semua Sektor, Saham ALKA hingga JARR Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (20/8/2026), ditutup melesat sebanyak 107 poin (1,68%) ke level tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir ke 6.501. Lompatan ditopang penguatan seluruh sektor saham
Kenaikan ini terdorong lompatan seluruh sektor saham, khususnya sektor material dasar 3,46%, industry naik 2,15%, consumer primer naik 2,16%, consumer non primer 1,98%, keuangan 1,49%, teknologi 1,44%, sektor energi 1,26%, kesehatan 0,98%, transportasi 0,64%, dan infrastruktur 0,17%.
Lompatan harga tersebut juga disumbangkan penguatan pesat saham big cap, seperti AMMN, MLPT, HRTA, INDY, BRMS, ARCI. Kenaikan pesat juga melanda saham MORA, CBDK, ANTM hingga BYAN.
Baca Juga
BEI Ubah Batas Minimum Harga Saham Jadi Rp1, Uji Coba Mulai 22 Agustus 2026
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TRUK menguat 25% menjadi Rp 775, ALKA naik 24,84% menjadi Rp 4.020, JARR menguat 24,79% menjadi Rp 2.970, COIN naik 24,82% menjadi Rp 880, dan FUJI menguat 24,62% menjadi Rp 324. Lompatan juga melanda saham BRRC sebanyak 31,25% menjadi Rp 84 dan KIJA naik 24,85% menjadi Rp 206.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 55,70 poin (0,86%) menjadi 6.394 disertai dengan investor asing merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 933,53 miliar. Net buy terbesar didukung adanya crossing saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari pemodal domestic ke pemodal asing melalui pasar negosiasi dengan nilai Rp 1,47 triliun.
Penurunan IHSG kemarin dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti material dasar 1,21%, konsumer primer 1,05%, konsumer non primer 0,96%, industry 0,79%, energi 0,71%, keuangan 0,52%, teknologi 0,62%, transportasi 0,20%, dan kesehatan 0,76%. Sebaliknya penguatan dicatatkan property 0,39% dan infrastruktur 0,43%.
Baca Juga
Tekanan IHSG juga dipicu kejatuhan saham besar ini, yaitu BYAN turun 9,41%. Pelemahan juga melanda saham emiten Haji Isam, seperti PGUN, JARR, TEBE, dan FAST. Penurunan juga dipicu pelemahan saham AMMN, INDY, hingga TKIM.
Meski IHSG ditutup anjlok, sejumlah saham berikut justru berhasil cetak lompatan harga, seperti FUJI naik 25% menjadi Rp 260, TIFA naik 24,84% menjadi Rp 382, FPNI naik 24,42% menjadi Rp 540, WEGE naik 23,64% menjadi Rp 68, dan TRUS naik 20,41% menjadi Rp 472.

