Intip Rencana Otorita Dorong Super Hub Ekonomi Nusantara
JAKARTA, Investortrust.id — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyiapkan pengembangan Super Hub Ekonomi Nusantara sebagai bagian dari pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Pengembangan tersebut akan ditawarkan kepada investor setelah investasi pembangunan kota mulai masuk.
Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan OIKN, Mia Amalia menyatakan, Super Hub Ekonomi Nusantara dirancang sebagai ekosistem ekonomi terintegrasi yang menghubungkan IKN dengan Balikpapan, Samarinda, dan wilayah lain di Kalimantan Timur.
Baca Juga
"Kita juga bangun Super Hub Ekonomi Nusantara. Nah sekarang kalau sudah ada masuk investasi di pembangunan kotanya, dalam waktu dekat kami akan mulai menawarkan juga investasi untuk Super Hub Ekonomi Nusantara-nya," kata Mia saat ditemui usai acara seminar The International Conference of Asia-Pacific Planning Societies (ICAPPS) 2026 di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Kamis (20/8/2026).
Menurut Mia, pengembangan Super Hub Ekonomi Nusantara menjadi bagian dari konsep pembangunan IKN. IKN tidak hanya diarahkan sebagai ibu kota baru, tetapi juga sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah Indonesia.
Dia menyebut pengembangan klaster ekonomi di IKN tidak diarahkan untuk bersaing dengan Jakarta. "Kami tidak berencana untuk bersaing dengan Jakarta karena kluster ekonomi baru akan dikembangkan di Nusantara," ujar Mia.
Mia juga menyampaikan, pengembangan Super Hub Ekonomi Nusantara juga akan mempertimbangkan wilayah mitra di sekitar IKN.
OIKN saat ini tengah menganalisis daerah-daerah yang dapat menjadi mitra dalam pengembangan ekosistem ekonomi tersebut. "Kami sedang memikirkan mana saja yang akan menjadi daerah mitra," tandasnya.
Investasi IKN Tembus Rp 208,76 Triliun
Dari sisi pendanaan, nilai proyek melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di IKN saat ini mencapai Rp 134,22 triliun. Sementara estimasi investasi swasta yang telah masuk mencapai Rp 74,54 triliun dari 67 investor.
Investasi asing juga mulai masuk ke tahap realisasi. Pada Juli 2026, perusahaan penanaman modal asing (PMA) asal China, PT Star Bright International Investment, memulai konstruksi proyek kawasan terpadu senilai Rp 1,25 triliun di Sub WP 1B Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Proyek tersebut menjadi konstruksi perdana yang direalisasikan perusahaan PMA asing di IKN.
Baca Juga
Taman Safari dan Nusantara Park Bakal Ramaikan Investasi di IKN
Selain itu, PT Dian Jaya Indonesia, perusahaan PMA asal Korea Selatan, juga akan mengembangkan proyek apartemen dan hotel di kawasan WP KIPP Sub WP 1B.
Mia menuturkan, investasi yang masuk ke IKN saat ini cukup banyak bergerak di sektor mixed-use development. Selain itu, terdapat investasi di sektor jasa, termasuk rencana pembangunan bioskop oleh PT Indobox Cinematic Buana (Indobox Cinema).
Dikatakan, investor bioskop tersebut juga berencana membangun production house sehingga investasi tidak hanya menyediakan fasilitas hiburan, tetapi juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif.
"Cinema mau masuk, dan yang menariknya cinema yang masuk itu ternyata juga mau bikin production house," imbuh Mia.
OIKN juga tengah mendampingi investor dari Uni Emirat Arab, Emaar Properties, dalam tahap desain pembangunan kawasan mixed-use dan pusat perbelanjaan di depan Kantor Nusantara Balai Kota.
Selain itu, investor dari Korea Selatan, Delonix, telah mulai membangun proyek bersama mitra lokal.
Mia menerangkan, investor yang masuk ke IKN tidak hanya berasal dari dalam negeri. Peluang investasi terbuka bagi investor lokal maupun asing. "Harusnya sih bisa campuran ya sama seperti pembangunan kota juga," ucapnya.
Pengembangan Super Hub Ekonomi Nusantara juga dikaitkan dengan pengembangan Bandara IKN. OIKN mendorong penetapan status bandara menjadi bandara umum.
Mia mengatakan, Otorita mendorong agar Peraturan Presiden Nomor 31 Tahun 2023 terkait perubahan nomenklatur bandara tersebut segera ditetapkan. Jarak bandara dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN disebut sekitar 12 menit bila sudah tersambung Jalan Tol Seksi 6C, 5A, hingga 1B.
Selain itu, OIKN bersama Badan Bank Tanah dan Lion Air Group telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) tripartit terkait rencana pembangunan pusat perawatan pesawat atau Maintenance, Repair, and Operations (MRO).
Menurut Mia, kerja sama tersebut melibatkan Badan Bank Tanah karena lokasi bandara berada di luar wilayah IKN dan berada di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) Bank Tanah. "Yang akan dibangun itu adalah pusat maintenance. Nah, harus dekat sama bandaranya," kata Mia.
Kebutuhan lahan untuk pusat maintenance tersebut mencapai 30 hektare (ha), sedangkan kebutuhan lahan untuk kantor Lion Air di wilayah IKN sekitar 2 ha.
Mia menggarisbawahi, pengembangan fasilitas tersebut akan dikaitkan dengan strategi Super Hub Ekonomi Nusantara. "Perlu ngobrol lah gimana mengembangkan bandara dengan pusat maintenance itu yang berada di luar IKN dengan strategi untuk Super Hub Ekonomi Nusantara," katanya.
ICAPPS 2026 merupakan panggung kolaborasi krusial bagi para akademisi dan praktisi planologi se-Asia-Pasifik untuk merumuskan masa depan perkotaan yang berkelanjutan.
Rangkaian perhelatan akbar ini diawali dengan pendaftaran dan pengumpulan abstrak riset, yang mempertemukan pemikiran inovatif dari berbagai negara anggota komite inti seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Vietnam, serta delegasi global lainnya.
Seluruh karya tersebut dikurasi secara ketat menjadi sesi presentasi ilmiah (parallel sessions) untuk membahas inovasi tata ruang, konsep kota pintar (smart city), hingga adaptasi krisis iklim.
Selain menjadi wadah bertukar gagasan melalui diskusi panel khusus bersama para pakar dari City Planning Institute of Japan (CPIJ), Korea Planners Association (KPA), Taiwan Institute of Urban Planning (TIUP), dan Vietnam Urban Planning and Development Association (VUPDA), konferensi internasional ini juga diisi dengan pertemuan strategis antar-asosiasi perencana dan lokakarya.
Cc: Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan OIKN, Mia Amalia dalam seminar ICAPPS 2026 di Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Kamis (20/8/2026). Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria

