Oxala Energy (PIPA) Kejar Akuisisi, Bidik Sumber Pertumbuhan Baru dari Bisnis Gas
JAKARTA, investortrust.id – PT Oxala Energy International Tbk (PIPA) menyiapkan akuisisi perusahaan pengolahan migas sebagai langkah membuka sumber pertumbuhan baru. Perusahaan tersebut memiliki potensi pendapatan sekitar Rp 250 miliar per tahun dengan proyeksi EBITDA margin 60%.
Rencana akuisisi tersebut mendapat dukungan PT Morris Capital Indonesia (MCI) selaku pemegang saham pengendali Oxala Energi (PIPA). Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha perseroan sekaligus membuka peluang sumber pertumbuhan baru.
Dalam surat MCI kepada Dewan Komisaris Perseroan pada 18 Agustus 2026, MCI menyatakan komitmennya mendukung pengembangan usaha perseroan, termasuk melalui penjajakan dan pelaksanaan aksi korporasi yang diharapkan memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan seluruh pemegang saham.
Baca Juga
Multi Makmur (PIPA) Berganti Nama Jadi Oxala Energy hingga Siapkan Aksi Korporasi Ini
Oxala yang menjadi target akuisisi telah beroperasi sekitar 14 tahun. Selain menjalankan perdagangan alat teknik dan konstruksi serta jasa konsultan teknik dan engineering, perusahaan tersebut mulai berekspansi ke bisnis pengolahan minyak dan gas bumi sejak 2025.
“Ekspansi bisnis tersebut ditopang kontrak pengolahan migas dengan nilai lebih dari US$100 juta. Kegiatan pengolahan gas bumi tersebut juga dijalankan berdasarkan kontrak dengan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” tulis penjelasan resmi tersebut.
Prospek finansial menjadi salah satu pertimbangan dalam rencana transaksi. Berdasarkan informasi dan proyeksi yang tersedia, total aset perusahaan target tercatat sekitar Rp 476 miliar per 31 Desember 2025. Nilai aset tersebut diproyeksikan meningkat menjadi sekitar Rp 920 miliar pada 31 Desember 2026. Perusahaan target juga memiliki potensi pendapatan sekitar Rp 250 miliar per tahun dengan proyeksi EBITDA margin sekitar 60%.
Rampung Agustus 2026
Saat ini, Oxala Energy (PIPA) bersama pihak terkait masih melakukan pembahasan dan finalisasi dokumen transaksi. Perjanjian jual beli bersyarat atas saham atau conditional share purchase agreement (CSPA) ditargetkan dapat diselesaikan pada Agustus 2026.
Untuk mendukung rencana akuisisi, PIPA tengah mengkaji sejumlah alternatif mekanisme pendanaan. Opsi tersebut antara lain melalui rights issue atau penerbitan surat utang, serta mekanisme lain yang dimungkinkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Setelah seluruh proses dan persyaratan yang diperlukan terpenuhi, PIPA menargetkan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait rencana transaksi paling lambat pada Maret 2027.
Baca Juga
Multi Makmur (PIPA) Kantongi Opini WTP, Rights Issue Jadi Akselerator Pertumbuhan
Apabila akuisisi terealisasi, masuknya kegiatan pengolahan gas bumi diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi Oxala Energi International (PIPA). Bisnis tersebut diharapkan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan, memperkuat kinerja operasional, serta mendukung kinerja keuangan perseroan pada masa mendatang.
MCI menegaskan akan terus mendukung penguatan dan pengembangan usaha perseroan secara berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan terhadap ketentuan pasar modal, serta kepentingan Perseroan dan seluruh pemegang saham.
Namun, Oxala Energi International dan MCI menekankan bahwa rencana transaksi masih dalam tahap finalisasi. Struktur transaksi, nilai transaksi, mekanisme pendanaan, maupun jadwal pelaksanaan belum menjadi komitmen transaksi yang final dan mengikat.

