Prabowo Dorong Demutualisasi BEI: Harus Jadi Bursa Terbesar Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden RI Prabowo Subianto mendukung reformasi pasar modal melalui demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI). Menurutnya, demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia menuju standar dunia dan memperkuat posisi Indonesia di pasar modal global.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPR RI ke-1 Tahun Sidang 2026-2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Kita juga akan melanjutkan reformasi pasar modal kita dengan demutualisasi pasar modal. Demutualisasi akan membawa pasar modal Indonesia ke standar dunia dan menjadikan pasar modal Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia," kata Prabowo.
Prabowo juga menekankan pentingnya membangun bursa yang kredibel. Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan reformasi besar dalam sejarah bursa saham Indonesia, termasuk dengan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar aturan bursa. "Mereka yang melanggar aturan bursa diberi sanksi," tegas Presiden.
Sebagai informasi, demutualisasi BEI merupakan amanat Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Berdasarkan ketentuan tersebut, kepemilikan saham BEI dapat dimiliki oleh tiga lembaga negara, yakni Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), serta Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Sebelumnya, BEI mengungkapkan telah menerima surat minat dari BPI Danantara untuk berinvestasi dalam rangka demutualisasi BEI melalui Danantara Investment Management (DIM).
"Yang sudah menyampaikan minat BPI Danantara. Yang mengirimkan surat ke kami adalah Danantara Investment Management (DIM)," kata Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Terkait komposisi pemegang saham BEI nantinya, Jeffrey mengatakan hal tersebut masih akan diatur melalui Peraturan OJK (POJK). "Belum tahu (soal komposisi pemegang sahamnya), itu nanti akan diatur oleh POJK," lanjutnya.
Sementara itu, mengenai kemungkinan masuknya investor asing dalam proses demutualisasi BEI, Jeffrey mengatakan hal tersebut juga masih menunggu ketentuan yang akan ditetapkan OJK melalui POJK.
IHSG Menguat
Di pasar saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) BEI pada perdagangan Jumat (14/8/2026) ditutup melesat 100,12 poin atau 1,59% menjadi 6.401. IHSG bergerak dalam rentang 6.267-6.401 dengan nilai transaksi mencapai Rp10,82 triliun.
Penguatan IHSG tersebut terjadi di tengah respons positif pasar terhadap pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Gedung MPR/DPR pada hari ini. Seluruh sektor saham tercatat menguat. Penguatan terbesar terjadi pada sektor properti sebesar 2,99%, diikuti energi 2,66%, kesehatan 2,09%, infrastruktur 1,67%, konsumer primer 1,17%, konsumer nonprimer 1,14%, dan material dasar 1,11%.

