Pendapatan XLSmart (EXCL) Tembus Rp 24 Triliun di Semester I, Sebaliknya Rugi Berjalan Berlanjut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) mencatat lompatan pendapatan sebanyak 26% menjadi Rp 24,03 triliun sepanjang semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 19,09 triliun. Namun demikian rugi periode berjalan masih berlanjut.
Pertumbuhan pendapatan XLSmart ditopang peningkatan konsumsi data serta penguatan bisnis setelah proses merger. Sementara itu, laba bersih yang dinormalisasi melonjak 294% YoY menjadi Rp 2,73 triliun. Meski demikian EXCL masih mencatatkan rugi periode berjalan senilai Rp 998,06 miliar, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 1,21 triliun.
Presiden Direktur dan CEO XLSmart Rajeev Sethi mengatakan, perseroan kini memasuki fase optimalisasi setelah melalui proses integrasi jaringan. “Semester pertama 2026 menjadi fase penting dalam perjalanan XLSmart. Setelah melalui proses integrasi yang intensif, kami kini memasuki fase optimalisasi dengan fondasi perusahaan yang semakin kuat,” kata Rajeev dalam keterangan resmi, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga
Kantongi Spektrum Baru, XLSmart (EXCL) Buka Potensi Tambah Cakupan 5G Hingga 100 Kota
Menurut dia, fokus perusahaan kini bergeser dari proses integrasi menuju penciptaan nilai jangka panjang. Hal tersebut dilakukan dengan menerjemahkan hasil merger menjadi peningkatan kualitas jaringan, perluasan layanan 5G, dan pengalaman digital yang lebih relevan bagi pelanggan.
Dari sisi operasional, blended average revenue per user (ARPU) XLSmart meningkat menjadi Rp 47.100, dibandingkan Rp 38.200 pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut mencerminkan strategi harga yang disiplin serta penguatan portofolio pelanggan.
Sementara itu, konsumsi data meningkat 19% YoY menjadi 7.934 petabytes, didorong oleh kebutuhan layanan digital seperti streaming, mobile gaming, dan cloud. “Pertumbuhan ini ditopang konsumsi data yang sehat dan ARPU yang terus menguat, seiring meningkatnya adopsi layanan digital di seluruh Indonesia,” ujar Rajeev.
92% Jaringan Terintegrasi
Dari sisi jaringan, sekitar 92% site XLSmart telah terintegrasi hingga akhir Juni 2026. Perseroan juga telah membongkar sekitar 15.000 site duplikasi untuk menekan biaya operasional berulang. Jumlah BTS XLSmart tumbuh 26% YoY menjadi 265.442 BTS. Dari jumlah tersebut, sekitar 15.000 BTS 5G telah mendukung layanan di 52 kota di Indonesia.
Realisasi sinergi merger juga terus meningkat. XLSmart mencatat gross synergy sebesar US$153 juta sepanjang semester I-2026, atau tiga kali lipat dibandingkan US$48 juta pada periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga
Mirae Asset: Saham Telekomunikasi Masih Murah, EXCL Jadi Top Pick dengan Target Rp 4.300
XLSmart juga memiliki total portofolio spektrum mencapai 217 MHz, meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan gabungan sebelum merger. Penguatan tersebut mendukung ekspansi 5G dan peningkatan kualitas layanan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia.
Dari sisi keuangan, utang bruto XLSmart turun menjadi Rp20,87 triliun pada akhir Juni 2026. Sementara itu, belanja modal atau capital expenditure (capex) mencapai Rp10,27 triliun. Belanja modal tersebut digunakan untuk mendukung integrasi jaringan dan ekspansi layanan 5G.
Dengan kinerja tersebut, XLSmart kini memasuki fase optimalisasi dengan fokus memanfaatkan sinergi merger untuk memperkuat jaringan, memperluas layanan 5G, serta meningkatkan pengalaman digital pelanggan.

