Laba XLSmart (EXCL) Melesat 288% di Kuartal III-2025, Pendapatan Tembus Segini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) membukukan pendapatan senilai Rp 11,47 triliun pada kuartal III-2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 38% year-on-year (YoY). EBITDA yang dinormalisasi naik 24% menjadi Rp 5,40 triliun dan laba bersih melonjak 288% menjadi Rp 1,15 triliun.
Presiden Direktur & CEO XLSmart Rajeev Sethi menyebutkan kuartal ketiga menjadi tonggak penting dalam perjalanan integrasi pasca-merger. “Kami berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat dengan fokus pada integrasi jaringan, efisiensi operasional, dan peningkatan pengalaman pelanggan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (13/11/2025).
Baca Juga
XLSmart (EXCL) Siap Ikuti Lelang Frekuensi 2,6 GHz untuk Perluas Jaringan 5G Nasional
Dia menambahkan, proses integrasi berjalan sesuai rencana dengan peningkatan signifikan pada cakupan dan kualitas layanan. Perseroan menargetkan realisasi sinergi senilai US$ 150–200 juta tahun ini melalui penyatuan pusat operasional, efisiensi aset jaringan, dan kolaborasi strategis bersama ZTE dan Huawei.
Jumlah pelanggan XLSmart tercatat 79,6 juta, tumbuh 36% YoY, dengan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) mencapai Rp 39 ribu. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya pengalaman digital pelanggan serta lonjakan pengguna aktif aplikasi myXL, AXISNet, dan mySmartfren yang kini mencapai 39,1 juta pengguna aktif.
Segmen mobile menjadi kontributor utama pendapatan, sementara bisnis enterprise dan home juga menunjukkan penguatan. Melalui “XLSMART for Business”, perusahaan memperluas layanan digital di bidang IoT, cloud, dan keamanan siber. Adapun produk XL Satu di segmen rumah tangga kini menjangkau hampir satu juta pelanggan broadband.
Baca Juga
ZTE dan XLSmart Capai 10.000 Situs Jaringan, Bukti Keseriusan Investasi Infrastruktur Digital
Secara operasional, XLSmart mengelola lebih dari 209 ribu BTS, naik 27% YoY, dengan trafik layanan meningkat 53% menjadi 3.903 petabyte. Integrasi jaringan juga meningkatkan kecepatan unduh hingga 71% dan memperluas jangkauan Smartfren di 192 kota baru.
Hingga akhir September 2025, XLSmart mencatat free cash flow Rp 9,41 triliun atau naik 23%, dengan belanja modal (capex) mencapai Rp 4,26 triliun. “Kami terus memperkuat fundamental bisnis dan memastikan sinergi pasca-merger memberi nilai nyata bagi pelanggan dan pemegang saham,” tutup Rajeev.

