Mitratel (MTEL) Catat Skor ESG 18,6, Masuk 28 Besar Dunia
JAKARTA, investortrust.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), berhasil memperkuat praktik Environmental, Social & Governance (ESG) sebagai bagian dari transformasi perusahaan yang sejalan dengan program strategis Danantara Indonesia dan TelkomGroup.
Transformasi ESG Mitratel tersebut tercermin dari perbaikan ESG Risk Rating yang dinilai Morningstar Sustainalytics. Setelah berada dalam kategori High Risk dengan skor 34,5 pada 2022, MTEL berhasil menurunkan risiko ESG menjadi Medium Risk dengan skor 22,4 pada 2023. Setahun kemudian, MTEL mencapai kategori Low Risk dengan skor 19,3 pada 2024. Perbaikan tersebut berlanjut dengan skor 18,8 pada 2025 dan menjadi 18,6 pada 2026.
Dengan ESG Risk Rating sebesar 18,6 dan kategori Low Risk pada 2026, Mitratel menempati peringkat ke-28 secara global di sektor telekomunikasi berdasarkan penilaian Morningstar Sustainalytics. Pencapaian tersebut juga menempatkan MTEL pada peringkat risiko ESG terbaik di antara perusahaan menara dan telekomunikasi. Di pasar domestik, Mitratel menempati peringkat 12 untuk ESG Score for Listed Companies in Indonesia serta tercatat dalam Indeks IDX ESG Leaders. Selain itu, Mitratel memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan melalui ISO 26000. Berdasarkan asesmen TÜV SÜD, MTEL mencapai level tertinggi, yaitu “Optimizing & Excellent”.
Baca Juga
Fundamental Mitratel (MTEL) Kian Solid, Efisiensi dan Laba Jadi Penopang Pertumbuhan
“Kerja keras seluruh pihak di Mitratel untuk mencapai target risiko ESG rendah telah berbuah positif dengan adanya pengakuan secara global melalui ESG Risk Rating oleh Sustainalytics. Namun, perjalanan ESG kami tidak berhenti sampai di sini. Kami terus berkomitmen untuk semakin memprioritaskan dan mengintegrasikan prinsip prinsip keberlanjutan ke dalam operasi bisnis serta keputusan strategis kami,” ujar Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko melalui penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Menurut Theodorus, upaya tersebut diharapkan dapat memberikan dampak serta manfaat dan nilai tambah kepada lingkungan, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Transformasi ESG Mitratel berlangsung secara bertahap sejak perusahaan melakukan go public. Pada tahap awal, MTEL berfokus pada penguatan kepatuhan melalui berbagai sertifikasi internasional, peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi hijau, hingga penyusunan strategi keberlanjutan sebagai acuan perusahaan dalam jangka panjang.
Bisnis Berbasis Keberlanjutan
Tidak hanya berfokus pada kepatuhan, MTEL mulai mengembangkan solusi bisnis yang mendukung agenda keberlanjutan. Salah satunya melalui layanan Power as a Service (PaaS) dan Green Tower as a Service (GTaaS).
PaaS mendukung efisiensi pengelolaan energi bagi pelanggan. Sementara itu, GTaaS merupakan inisiatif pengembangan menara telekomunikasi yang memanfaatkan energi hijau untuk menciptakan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ke depan, MTEL menargetkan untuk mempertahankan status Low Risk sekaligus memperluas dampak implementasi ESG terhadap operasional perusahaan yang sejalan dengan arah strategis Danantara Indonesia maupun TelkomGroup.
Baca Juga
Laba Bersih Mitratel (MTEL) Tumbuh di Semester I-2026, Pendapatan Capai Rp 4,69 Triliun
Manajemen MTEL menyampaikan, penguatan ESG akan dilakukan melalui pengembangan peta jalan menuju Net Zero 2060 melalui inisiatif dalam Climate Transition Plan, peningkatan investasi yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan, pemanfaatan solusi digital berbasis Internet of Things (IoT), hingga penguatan tanggung jawab sosial perusahaan.
Sementara itu, Analis Yosua Zisokhi dari Sinarmas Sekuritas menilai capaian ESG Mitratel menunjukkan bahwa ESG telah berkembang dari sekadar fungsi kepatuhan menjadi salah satu pendorong keunggulan kompetitif perusahaan.
“Perbaikan ESG Risk Rating dalam kurun waktu tiga tahun merupakan pencapaian yang menunjukkan adanya konsistensi implementasi, bukan sekadar inisiatif jangka pendek. Hal ini berpotensi memperkuat persepsi investor terhadap kualitas tata kelola dan keberlanjutan bisnis MTEL,” ujar Yosua Zisokhi.
Baca Juga
Lelang Frekuensi Rampung, Mitratel (MTEL) Berpeluang Raup Pertumbuhan Baru
Yosua menambahkan, posisi MTEL sebagai perusahaan dengan ESG Risk Rating terbaik di industri menara telekomunikasi Indonesia juga memberikan nilai tambah di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap faktor keberlanjutan. “Investor kini semakin mempertimbangkan kualitas ESG sebagai bagian dari penilaian risiko jangka panjang. Emiten yang mampu menunjukkan perbaikan secara konsisten umumnya memiliki daya tarik lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang hanya berfokus pada kinerja finansial,” katanya.
Selain memperkuat reputasi perusahaan di mata investor, implementasi ESG juga dinilai memberikan manfaat terhadap efisiensi operasional. Penggunaan energi yang lebih efisien, digitalisasi proses, serta penguatan tata kelola diyakini dapat membantu MTEL menjaga profitabilitas sekaligus meningkatkan ketahanan bisnis di tengah perubahan lanskap industri telekomunikasi.

