Target Harga Saham Bumi Minerals (BRMS) Rp 750, KB Valbury Proyeksikan Laba Pulih Mulai 2027
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – KB Valbury Sekuritas mempertahankan optimisme terhadap saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), meski target harga dipangkas menjadi Rp 750 per saham dari sebelumnya Rp1.060. Target baru tersebut masih mencerminkan potensi kenaikan (upside) sekitar 24% dari harga penutupan kemarin Rp 605.
Analis KB Valbury Ashalia Fitri Yuliana mengatakan, penyesuaian target harga dilakukan setelah memangkas proyeksi produksi emas BRMS tahun 2026 menjadi 60,9 ribu ounce, turun sekitar 20,1% dari estimasi sebelumnya 76,2 ribu ounce. Penurunan proyeksi dipicu lemahnya permintaan domestik, lambatnya kinerja semester I-2026 yang kurang memuaskan, serta asumsi harga emas yang lebih rendah.
Baca Juga
Pada kuartal II-2026, BRMS hanya membukukan pendapatan sebesar US$ 26 juta atau turun 62,1% dibandingkan kuartal sebelumnya dan melemah 54,3% secara tahunan. Penurunan tersebut dipengaruhi kelebihan pasokan emas di pasar domestik serta aktivitas pushback di tambang River Reef Poboya Palu milik Citra Palu Mineral yang berlangsung hingga awal Juli 2026.
Akibatnya, volume produksi turun menjadi 6,3 ribu ounce, dibandingkan 14,8 ribu ounce pada kuartal I-2026. Penurunan produksi juga dipengaruhi turunnya kadar bijih yang diproses menjadi 0,9 gram per ton, dari sebelumnya 1,42 gram per ton.
Selain volume yang lebih rendah, harga jual rata-rata emas juga turun menjadi US$ 4.138 per ounce, dari US$ 4.512 per ounce pada kuartal sebelumnya. Tekanan tersebut berdampak pada profitabilitas perseroan. Margin laba kotor turun menjadi 45,1% dari 62,6% pada kuartal I-2026, sedangkan margin EBITDA menyusut menjadi 22,5% dari 44,4%.
BRMS juga membukukan rugi bersih sebesar US$ 5 juta pada kuartal II-2026, berbalik dari laba bersih US$ 18 juta pada kuartal sebelumnya. Secara kumulatif, laba bersih semester I-2026 turun 43,7% menjadi US$ 13 juta. ”Meski demikian, prospek BRMS tetap positif didukung sejumlah katalis pertumbuhan,” tulisnya.
Katalis Positif
Sejumlah katalis positif tersebut adalah tecapainya perjanjian strategis penjualan sebagian besar produksi emas kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang berlaku hingga Juni 2028. Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan akibat melimpahnya pasokan emas di pasar domestik.
Selain itu, BRMS tengah menyiapkan ekspansi kapasitas pabrik Carbon in Leach (CIL) pertama di Citra Palu Mineral dari 500 ton per hari menjadi 2.000 ton per hari, yang ditargetkan selesai pada akhir Oktober 2026.
Baca Juga
“Katalis lainnya berasal proyek tambang bawah tanah yang ditargetkan rampung pada kuartal III-2027. Proyek tersebut diperkirakan menghasilkan kadar emas yang lebih tinggi, yakni sekitar 3,5-4,9 gram per ton,” tulisnya.
Sejumlah faktor tersebut mendorong KB Valbury menetapkan proyeksi pendapatan BRMS mencapai US$ 262 juta pada 2026, meningkat menjadi US$ 403 juta pada 2027, dan melonjak menjadi US$ 843 juta pada 2028.
EBITDA diperkirakan meningkat menjadi US$ 112 juta pada 2026, US$ 182 juta pada 2027, dan US$ 379 juta pada 2028. Sementara itu, laba bersih diproyeksikan relatif stabil di US$50 juta pada 2026 sebelum pulih menjadi US$ 94 juta pada 2027 dan meningkat menjadi US$ 210 juta pada 2028.

