IHSG Berpeluang Lanjutkan Pelemahan, Saham Pilihan BBCA hingga BRPT
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/7/2026), diproyeksikan cenderung melemah dengan rentang pergerakan 6.029-6.174. Empat saham berikut, BBCA, HMSP, BRPT, dan ESSA, direkomendasikan beli.
Reliance Sekuritas menyebutkan bahwa sSecara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk black spinning top, masih di atas MA20, indikator Stochastic dead cross. “Dengan pola ini, kami memperkirakan IHSG mengalami pelemahan dengan saham pilihan BBCA, HMSP, BRPT, dan ESSA,” terangnya.
Baca Juga
Saham Merdeka Gold (EMAS) Direkomendasikan Beli, Pendapatan Diproyeksi Melonjak Pesat hingga 2028
Laju IHSG juga akan dipengaruhi penurunan dalam indeks saham bursa saham Wall Street. Sentimen negatif datang dari pengumuman Federal Reserve (The Fed) yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50-3,75%. Adapun mayoritas pasar Asia pagi ini dibuka melambung, yaitu Nikkei 225 naik 1.15% dan Kospi menguat +0.90%.
Terkait saham pilihan hari ini, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 7.075, HMSP dengan target harga Rp 830, BRPT dengan target Rp 2.040, dan ESSA dengan target harga Rp 690.
Kemarin, IHSG ditutup kembali anjlok sebanyak sebanyak 39,20 poin (0,64%) menjadi 5.091 disertai dengan investor asing akhirnya mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,25 triliun. Net buy tersebut ditopang adanya crossing saham MAPI bernilai Rp 1,60.
Baca Juga
Laba Vale (INCO) Melesat 313,5% di Semester I, Manajemen Ungkap Penopang Ini
Pelemahan IHSG kemairn dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor industry 2,67%, property 2,75%, energi 1,26%, konsumer primer 1,16%, infrastruktur 1,48%, transportasi 1,77%, dan keuangan 0,45%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor kesehatan dan teknologi.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham MGNA naik 34,44% menjadi Rp 121. Lompatan juga melanda saham DWGL sebanyak 21,68% menjadi Rp 348, ECII menguat 13,16% menjadi Rp 172, NEST naik 12,90% menjadi Rp 700, dan BACH menguat 12,71% menjadi Rp 665.
