Laba Bersih Chandra Daya (CDIA) Anjlok 74% di Semester I-2026, Meski Pendapatan Naik
JAKARTA, investortrust.id – Laba PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) anjlok sebanyak 74% menjadi US$ 19,3 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 74,4 juta. Penurunan tersebut dipicu atas peningkatan beban lebih tinggi, dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
CDIA membukukan pendapatan sebesar US$ 82,1 juta, meningkat 22,8% dair periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh segmen logistik yang mencatatkan kenaikan pendapatan 80,2% menjadi US$ 27,0 juta, seiring ekspansi bisnis logistik maritim dan darat.
Sementara itu, pendapatan emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini dari segmen energi meningkat 5,4% menjadi US$ 51,8 juta. CDIA juga membukukan laba bruto sebesar US$19,6 juta, naik 2,8% secara tahunan. Di sisi profitabilitas, EBITDA perseroan naik 25,3% menjadi US$ 31,6 juta, dengan margin EBITDA naik dari 37,7% menjadi 38,5%, mencerminkan kontribusi yang semakin besar dari platform infrastruktur Perseroan yang terdiversifikasi.
Baca Juga
Sedangkan total aset CDIA meningkat 10,9% menjadi US$ 1,93 miliar. Perseroan juga mempertahankan posisi likuiditas yang kuat dengan kas dan setara kas serta surat berharga sebesar US$ 658,7 juta.
Selama semester I-2026, CDI merealisasikan belanja investasi (capital expenditure/capex) sebesar US$ 94,2 juta untuk mendukung ekspansi infrastruktur, sementara rasio utang terhadap kapitalisasi tetap terjaga di level 41%.
Selain mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan, CDI juga melanjutkan ekspansi bisnis melalui penambahan aset operasional dan investasi strategis. Pada segmen logistik, Perseroan mencatatkan pelayaran perdana (maiden voyage) dan sandar perdana (maiden berthing) kapal logistik cair kimia Novah berkapasitas 9.000 DWT yang dibangun bersama Usuki Shipyard.
Baca Juga
Gandeng CDIA, Petrosea (PTRO) Bangun Infrastruktur Pengisian Kendaraan Listrik di Area Tambang
CDIA juga menginvestasikan US$ 90 juta untuk mengakuisisi 40% kepemilikan PT Armada Maritim Persada, sehingga memperluas bisnis logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.
Selain itu, perseroan menginvestasikan US$ 15,5 juta untuk memperoleh 49% kepemilikan Petrosea Services Solutions Pte. Ltd. guna memperluas basis pelanggan, meningkatkan diversifikasi arus kargo, serta membuka peluang pendapatan dividen di masa depan.
Pada bisnis kepelabuhanan dan penyimpanan, PT SCG Barito Logistics menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Bandar Samudera untuk menjajaki pengembangan layanan penyimpanan ISO tank, dry-container storage, serta layanan lift-on/lift-off di Krakatau International Port.
Baca Juga
Sementara itu, pembangunan fasilitas penyimpanan bitumen berkapasitas 12.000 meter kubik di Merak telah mencapai sekitar 75% dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal III-2026.
Di sektor energi, PT Chandra Waste Energy bersama mitra konsorsiumnya ditunjuk untuk melaksanakan studi kelayakan proyek waste-to-energy Danantara di Serang. Penunjukan tersebut menjadi langkah Perseroan dalam memperluas portofolio infrastruktur berkelanjutan melalui pengembangan bisnis rendah karbon.
Ke depan, CDI akan tetap fokus menyelesaikan proyek-proyek yang sedang dikembangkan, mengoperasikan aset baru, meningkatkan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga, serta melakukan alokasi modal secara selektif untuk memperkuat platform infrastruktur terintegrasi dan menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.
