Susul BitMEX, Exchange Kripto BitMart Tutup Setelah Beroperasi 9 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Exchange kripto BitMart mengumumkan akan menghentikan operasional platform perdagangannya secara bertahap setelah beroperasi selama sembilan tahun. Pengumuman tersebut langsung memicu tekanan di pasar, dengan token asli bursa, BMX, anjlok hampir 60% dalam 24 jam terakhir.
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, Minggu (26/7/2026), BitMart mulai menghentikan penerimaan pendaftaran pengguna baru, setoran dana, serta pembukaan order perdagangan baru mulai pukul 01.30 UTC. Sementara itu, akun perdagangan derivatif (futures) hanya dapat digunakan untuk mengurangi posisi.
BitMart menjadwalkan seluruh aktivitas perdagangan, baik pasar spot maupun derivatif, akan berakhir pada 26 Agustus 2026, sedangkan operasional platform secara resmi dihentikan pada 31 Januari 2027. Meski demikian, layanan penarikan aset tetap tersedia selama proses penutupan berlangsung.
Baca Juga
Perusahaan mengimbau seluruh pengguna untuk segera menyelesaikan proses verifikasi identitas, menutup seluruh posisi perdagangan, serta mengajukan penarikan aset sebelum batas waktu pada Agustus mendatang.
Melansir Coindesk, BitMart menyebut keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi operasional perusahaan, lingkungan pasar, dan arah strategi bisnis ke depan. Namun, perusahaan tidak menjelaskan secara rinci faktor utama yang melatarbelakangi penghentian operasional tersebut.
Penutupan BitMart menjadikannya bursa kripto kedua yang mengumumkan penghentian operasi dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya platform perdagangan derivatif BitMEX juga mengumumkan rencana penutupan usahanya setelah beroperasi selama 11 tahun.
Di tengah kabar penutupan tersebut, token BMX merosot hingga sekitar US$0,08, atau turun sekitar 58% dalam sehari. Kapitalisasi pasar token tersebut juga menyusut menjadi sekitar US$27 juta, sementara secara tahunan nilainya telah terkoreksi sekitar 70%.
Baca Juga
Mantan CEO BitMEX Sebut Harga Bitcoin Bakal Tembus US$ 250.000 di Tahun Depan, Ini Analisanya
Menariknya, di tengah keputusan penghentian operasional, BitMart masih mencatat volume perdagangan sekitar US$1,6 miliar dalam 24 jam terakhir atau meningkat sekitar 51% dibandingkan periode sebelumnya. Sebagian besar transaksi berasal dari perdagangan Bitcoin (BTC). Kenaikan volume tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pengguna yang menutup posisi dan menarik dana dari platform.
BitMart juga menyatakan proses penarikan aset kemungkinan memerlukan pemeriksaan tambahan, termasuk verifikasi identitas, validasi perangkat dan alamat IP, pemeriksaan alamat dompet tujuan, verifikasi sumber dana, hingga penyaringan kepatuhan terhadap sanksi. Perusahaan memperingatkan bahwa proses tersebut dapat memakan waktu lebih lama apabila terjadi lonjakan permintaan penarikan.
Sebelumnya, pada Desember 2021, BitMart sempat mengalami peretasan pada hot wallet yang menyebabkan kerugian sekitar US$196 juta, salah satu insiden keamanan terbesar di industri aset kripto saat itu. Saat itu, perusahaan menyatakan menanggung kerugian pengguna akibat insiden tersebut.
