Mantan CEO BitMEX Sebut Harga Bitcoin Bakal Tembus US$ 250.000 di Tahun Depan, Ini Analisanya
JAKARTA, investortrust.id - Mantan CEO BitMEX Arthur Hayes memprediksi harga Bitcoin bakal tembus hingga US$ 250.000 di tahun depan, sementara di akhir 2024 harga aset kripto paling populer ini bisa mencapai US$ 100.000.
Melansir CryptoNewsFlash, Selasa (25/11/2024), optimisme tersebut didorong oleh meningkatnya minat institusional dan masuknya modal dari sektor keuangan tradisional. Selain itu, kembalinya pemerintahan Donald Trump yang memberikan peningkatan signifikan dalam pelonggaran moneter dan alokasi kredit di Amerika Serikat (AS).
Kebijakan yang akan diterapkan Trump, yang dimaksudkan untuk mendevaluasi dolar dan meningkatkan manufaktur di AS mungkin akan menyebabkan lebih banyak inflasi.
Baca Juga
Bitcoin (BTC) Berpeluang Tembus US$ 100.000 di Akhir November?
Makanya aset seperti Bitcoin dengan persediaan terbatas akan lebih diuntungkan oleh kondisi ini. Menurut Heyes, seiring dengan semakin populernya proposal Trump, Bitcoin telah melampaui kredit bank AS dan menunjukkan tren ini terus berlanjut.
Dengan mencermati lebih dekat kondisi ekonomi dunia, Hayes mengungkapkan, kebijakan nasionalis bukanlah sesuatu yang unik diterapkan AS. Negara-negara lain juga menekankan pembangunan ekonomi internal, mulai dari program kemakmuran bersama di China, hingga kebijakan moneter Jepang, dan persoalan energi di Eropa.
Baca Juga
Dipimpin Ethereum dan Bitcoin, NFT Catat Penjualan Mingguan hingga Rp 2,5 Triliun
Ia mengklaim bahwa inflasi global didorong oleh tren sektor reshoring (proses memindahkan kembali kegiatan produksi, manufaktur, atau operasi bisnis lainnya dari luar negeri ke dalam negeri), dan peningkatan kredit, sehingga menimbulkan badai dahsyat bagi aset kripto seperti Bitcoin.
Menurut Heyes, keinginan akan aset yang terdesentralisasi dan terbatas akan semakin didorong oleh pergeseran di seluruh dunia ke arah prioritas utama ekonomi lokal di atas globalisasi.

