Biaya Spektrum Turun, Prospek Saham ISAT, EXCL, dan TLKM Makin Cerah, Ini Target Harganya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight saham emiten sektor telekomunikasi setelah hasil lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menunjukkan biaya yang lebih rendah, dibandingkan perkiraan semula. Kondisi tersebut dinilai memperbaiki prospek kinerja emiten telekomunikasi sekaligus mengurangi tekanan terhadap profitabilitas mulai 2027.
Dalam risetnya, BRI Danareksa menyebut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengumumkan hasil lelang spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Nilai pembayaran di muka (upfront fee) tercatat sebesar Rp 1,2 triliun untuk PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), Rp 900 miliar untuk PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT), dan Rp 1,3 triliun untuk PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL).
Baca Juga
Potensi 'Cuan' di Bisnis AI dan 'Cloud', Telkom (TLKM) Cari Mitra Data Center
Hasil lelang tersebut lebih rendah dari estimasi sebelumnya, sehingga berdampak positif terhadap prospek laba emiten telekomunikasi. Revisi biaya spektrum tersebut akan menurunkan EBITDA emiten telekomunikasi tahun buku 2027 masing-masing sekitar 1,5% untuk TLKM, 3% untuk ISAT, dan 3,3% untuk EXCL. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang mencapai 4,3% untuk TLKM, 8,2% untuk ISAT, dan 6,8% untuk EXCL.
“Kejutan terbesar berasal dari harga spektrum 2,6 GHz yang rata-rata hanya sekitar Rp6 miliar per MHz atau 79% di bawah skenario dasar dan 71% lebih rendah dibandingkan skenario optimistis yang sebelumnya digunakan dalam perhitungan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta dan Erindra Krisnawan dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Selain menekan biaya lisensi spektrum, kewajiban pembangunan jaringan juga dinilai masih dalam batas yang wajar. Komdigi mewajibkan operator mencapai cakupan populasi 5G minimal 51% dalam lima tahun. Dengan cakupan saat ini sekitar 26%, peningkatan yang dibutuhkan sekitar 5 poin persentase per tahun sehingga tidak diperkirakan memaksa operator meningkatkan belanja modal secara agresif.
Baca Juga
Monetisasi Aset Fiber Jadi Sentimen Positif, ISAT Dibidik Menuju Level Rp 3.000
Berdasarkan kondisi tersebut, BRI Danareksa mempertahankan rekomendasi overweight untuk sektor telekomunikasi dengan pilihan utama pada saham ISAT dan EXCL. ISAT tetap menjadi top pick, karena valuasinya dinilai masih menarik. Selain itu, biaya spektrum yang lebih rendah juga meningkatkan peluang perseroan membagikan dividen spesial.
Sementara itu, prospek EXCL diperkirakan semakin membaik seiring biaya pembersihan pascamerger yang sebagian besar telah selesai serta realisasi sinergi yang diproyeksikan meningkat mulai 2027. Di sisi lain, peringkat saham TLKM neutral secara taktis karena profil pertumbuhan yang lebih rendah serta masih adanya ketidakpastian terkait waktu penyelesaian transaksi Infranexia.
BRI Danareksa juga mempertahankan rekomendasi beli untuk ketiga saham tersebut dengan target harga masing-masing TLKM Rp 3.000, , ISAT Rp 3.700, dan EXCL Rp3.750.
