Monetisasi Aset Fiber Jadi Sentimen Positif, ISAT Dibidik Menuju Level Rp 3.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy saham PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) dengan target harga Rp3.000 per saham. Prospek ISAT dinilai semakin menarik, seiring potensi pembagian dividen spesial setelah divestasi aset fiber dan tetap terjaganya kendali operasional perseroan.
Dalam riset terbarunya, Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Kafi Ananta menyebutkan bahwa ISAT berhasil memonetisasi aset fiber tanpa kehilangan kendali operasional. Perseroan melepas 84,9% kepemilikan bisnis fiber kepada NFT Joint Venture dengan nilai tunai Rp 11,7 triliun, sementara 15,1% sisanya dikontribusikan dalam bentuk saham NFT.
Baca Juga
Indosat (ISAT) dan Arsari Bentuk IFT, Dana Rp11,7 Triliun Difokuskan untuk Investasi 5G dan AI
Melalui transaksi tersebut, ISAT masih mempertahankan 49,9% kepemilikan asosiasi dan tetap menjaga posisi operasional jangka panjang.
Struktur transaksi tersebut menghasilkan keuntungan satu kali (one-off gain) sekitar Rp 1,65 triliun. “Langkah ini memungkinkan ISAT membuka nilai aset fiber tanpa harus melepas kendali terhadap strategi bisnis open-access yang menjadi fokus perseroan,” tulisnya.
Selain membuka nilai aset, divestasi tersebut meningkatkan fleksibilitas alokasi modal. Dari dana tunai Rp 11,7 triliun yang diterima, BRI Danareksa memperkirakan kebutuhan utama akan digunakan untuk pembayaran awal spektrum serta tambahan belanja modal jaringan.
Baca Juga
IHSG Dibuka Lanjutkan Penguatan 0,30%, Saham Listing Perdana JECX dan JELI Langsung ARA
Setelah memperhitungkan kebutuhan pembayaran spektrum dan tambahan belanja modal hingga periode 2026–2028, ISAT diperkirakan masih memiliki kelebihan kas sekitar Rp 4,9-5,6 triliun. Dana tersebut dinilai berpotensi dibagikan sebagai dividen spesial, yang setara dengan dividend yield sekitar 7,6–8,7%.
“Potensi dividen spesial tersebut menjadi salah satu katalis utama bagi pergerakan saham ISAT dalam jangka pendek. Selain itu, keputusan mengenai harga spektrum yang dijadwalkan diumumkan pada akhir Juli juga akan menjadi faktor penting yang memengaruhi prospek laba dan kapasitas pembagian dividen perseroan,” tulisnya.
Dengan valuasi sekitar 4,0 kali EV/EBITDA 2026, atau berada sekitar 1,4 standar deviasi di bawah rata-rata tiga tahun, BRI Danareksa tetap mempertahankan rekomendasi buy saham ISAT dengan target harga Rp 3.000 per saham.
