Potensi 'Cuan' di Bisnis AI dan 'Cloud', Telkom (TLKM) Cari Mitra Data Center
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) membuka peluang kerja sama dengan mitra strategis untuk mengembangkan bisnis pusat data (data center). Langkah ini ditempuh untuk menangkap potensi keuntungan dari permintaan layanan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud), dan ekonomi digital yang terus meningkat.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini mengatakan, perusahaan tengah menjalankan proses pencarian mitra strategis sebagai bagian dari program monetisasi aset bernilai tinggi. Data center menjadi salah satu fokus utama dalam strategi penciptaan nilai perusahaan.
Baca Juga
“Untuk data center, kami sedang dalam proses mencari partner strategis,” kata Dian dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut dia, kolaborasi tersebut akan membantu Telkom mempercepat ekspansi bisnis data center sekaligus meningkatkan daya saing di pasar digital regional. Kemitraan juga diharapkan mampu memperkuat kapasitas investasi di sektor yang membutuhkan belanja modal besar.
Dian Siswarini mengungkapkan, permintaan terhadap data center di Indonesia terus meningkat seiring adopsi AI dan transformasi digital perusahaan. Kondisi itu menjadikan bisnis pusat data sebagai salah satu sektor dengan prospek pertumbuhan paling menjanjikan dalam beberapa tahun ke depan.
Baca Juga
Investigasi SEC Tak Ganggu Fundamental Telkom (TLKM), Arus Kas justru Menguat
Selain data center, kata Dian, Telkom menjalankan strategi monetisasi aset digital lain, seperti jaringan fiber optik. Perseroan telah memindahkan lebih dari 50% aset fiber ke entitas infrastruktur Infranexa dengan nilai Rp 35,8 triliun.
“Untuk data center, kami juga bisa melakukan unlock value dan mempercepat pertumbuhan bisnis data center di Indonesia maupun di negara luar Indonesia,” ujar dia.
Langkah tersebut, menurut Dian, merupakan bagian dari transformasi Telkom 2030 yang menargetkan peningkatan nilai perusahaan dan imbal hasil bagi pemegang saham. Melalui strategi ini, perusahaan pelat merah itu ingin mengoptimalkan aset digital yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi digital nasional.
