Berlina (BRNA) Bidik Dana Rp372,61 Miliar dari Rights Issue, Penggunaan Dana Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Berlina Tbk (BRNA) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue III dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 543,95 juta saham baru atau setara 55,56% dari modal disetor.
Perseroan juga menetapkan harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp685 per saham dengan rasio 9:5. Dengan demikian, BRNA berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp372,61 miliar apabila seluruh saham baru diambil oleh pemegang saham.
Baca Juga
IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, Tiga Saham Dipimpin BUMI Layak Dilirik
Manajemen BRNA dalam pengumuman resminya menyebutkan bahwa perseroan juga akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 181,31 juta waran seri I yang diberikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham yang melaksanakan HMETD dengan rasio 3:1. Harga pelaksanaan Waran Seri I ditetapkan sebesar Rp 800 per saham.
Berlina (BRNA) menjelaskan, dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMHMETD III melalui penyetoran tunai oleh pemegang saham selain PT Dwi Satrya Utama (DSU), setelah dikurangi biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perseroan.
Selain menghimpun dana segar, PMHMETD III akan dilakukan melalui mekanisme kompensasi (set-off) atas sebagian utang perseroan kepada pemegang saham utama, PT Dwi Satrya Utama (DSU), yang bertindak sebagai pembeli siaga.
Baca Juga
Investor Hindari Risiko, Wall Street Ambruk di Tengah Eskalasi Konflik AS-Iran
DSU akan membeli sisa saham hasil HMETD yang tidak diambil pemegang saham lain melalui mekanisme konversi utang menjadi saham. Nilai pokok utang yang dapat dikompensasikan dalam transaksi tersebut mencapai maksimal Rp 264,38 miliar.
Perseroan menilai aksi korporasi tersebut akan meningkatkan ekuitas yang berasal dari penyetoran tunai maupun konversi utang menjadi saham. Langkah ini diharapkan memperkuat struktur permodalan, mengurangi liabilitas, memperbaiki rasio keuangan, serta meningkatkan fleksibilitas keuangan untuk mendukung kegiatan operasional dan pengembangan usaha.
BRNA juga menyebut tambahan modal tersebut diharapkan meningkatkan daya saing perseroan yang bergerak di bidang pengolahan biji plastik, perdagangan umum, dan jasa. Namun demikian, pelaksanaan PMHMETD III berpotensi menimbulkan dilusi maksimum sebesar 35,71% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam aksi korporasi tersebut.

