Target Harga Saham Cinema XXI (CNMA) Dipangkas, Ini Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – Samuel Sekuritas Indonesia memangkas target harga saham PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA) atau Cinema XXI menjadi Rp 110 per saham dari sebelumnya Rp 170 per saham. Meski demikian, rekomendasi beli tetap dipertahankan.
Analis Samuel Sekuritas Indonesia Fadhlan Banny mengatakanm penurunan target harga dilakukan setelah proyeksi laba bersih CNMA pada 2026 dipangkas sebesar 5,5%. Revisi tersebut mempertimbangkan pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan biaya operasional, serta suku bunga yang masih tinggi, sehingga Samuel Sekuritas menerapkan metode penilaian yang lebih konservatif.
Baca Juga
Tawarkan Kerja Sama Industri dengan Rusia, RI Pamerkan Bioenergi Sawit dan Mandatori B50
Meski target harga diturunkan, Fadhlan menilai, prospek kinerja CNMA pada paruh kedua 2026 tetap menjanjikan. Perseroan diperkirakan mendapat dorongan dari penayangan sejumlah film internasional yang paling dinantikan, seperti Minions, Jumanji, Spider-Man, dan Avengers, yang diproyeksikan mampu menarik hingga 20 juta penonton ke bioskop.
Atas dasar tersebut, Samuel Sekuritas tetap mempertahankan rekomendasi buy terhadap saham CNMA. Selain itu, koreksi harga saham CNMA sekitar 23% sejak awal tahun dinilai membuat valuasi saham perseroan semakin menarik. Samuel Sekuritas menilai saham CNMA diperdagangkan pada valuasi yang relatif murah dibandingkan emiten sejenis. Di samping itu, kebijakan pembagian dividen sebesar 100% dari laba bersih diperkirakan memberikan potensi dividend yield sekitar 10,4%.
Dari sisi operasional, Samuel Sekuritas memperkirakan industri bioskop Indonesia mencatat sekitar 52,7 juta penonton dari 259 judul film yang dirilis sepanjang semester I-2026. Dengan pangsa pasar sekitar 70%, CNMA diperkirakan meraih sekitar 36,7 juta penonton pada periode tersebut.
Baca Juga
Pendapatan Cinema XXI (CNMA) Kuartal I Naik 18,2%, Rugi Jadi Segini
Sementara itu, pada kuartal II-2026, CNMA diproyeksikan membukukan pendapatan sekitar Rp1,5 triliun dengan laba bersih di kisaran Rp200 miliar hingga Rp250 miliar. Kinerja tersebut dinilai masih sejalan dengan proyeksi perseroan sepanjang 2026.
Ke depan, Samuel Sekuritas memperkirakan deretan film internasional tersebut tidak hanya meningkatkan penjualan tiket bioskop, tetapi juga mendorong penjualan makanan dan minuman yang memiliki margin keuntungan lebih tinggi.
Di saat yang sama, film lokal bergenre horor, drama, dan komedi diperkirakan tetap menjadi penopang pertumbuhan kinerja PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk hingga akhir 2026.
