Mirae Asset Pertahankan ‘Rating Overweight’ Sektor Unggas, Saham CPIN & JPFA Jadi Unggulan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Mirae Asset Sekuritas Indonesia mempertahankan peringkat overweight untuk saham-saham sektor unggas (poultry). Rekomendasi ini didukung potensi kinerja kuartal II-2026 yang kuat dan prospek pemulihan harga ayam broiler setelah intervensi pemerintah.
“Ini adalah waktu untuk membangun posisi jangka panjang di sektor perunggasan. Mengingat, sifat siklus industri ini dan fakta bahwa hampir semua berita negatif telah terlalui dengan harga unggas sudah turun ke level terendahnya dibanding awal tahun (ytd),” tulis Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Andreas Saragih dalam riset yang dikutip pada Jumat (10/7/2026).
Selain itu, sentimen negatif berupa pemotongan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga telah menjadi perhatian pelaku pasar.
Mirae Asset Sekuritas pun menetapkan dua saham pilihan di sektor tersebut, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA). Target harga masing-masing dipatok sebesar Rp 5.500 per saham untuk CPIN dan Rp 3.750 per saham untuk JPFA.
Andreas menjabarkan, harga day old chick (DOC) dan ayam broiler pada Juni 2026 turun ke level terendah sejak April 2025. Harga rata-rata bulanan DOC tercatat sebesar Rp 3.488 per ekor atau turun 40,8% secara bulanan (MoM) dan 38,9% secara tahunan (YoY).
Rata-rata harga DOC pada kuartal II-2026 mencapai Rp 4.976 per ekor atau turun 27% dibanding kuartal sebelumnya. Sementara rata-rata harga pada semester I-2026 senilai Rp 5.986 per ekor atau meningkat 21,4% (yoy).
Harga ayam broiler juga turun menjadi Rp 16.756 per kilogram pada Juni 2026, turun 14,8% (MoM) dan 4,4% (yoy).
Baca Juga
Sukses Raup Pendanaan Berkelanjutan Global US$ 500 Juta, Japfa (JPFA) Ungkap Kiat Ini
Sementara, rata-rata harga ayam broiler selama kuartal II-2026 tercatat Rp 18.681 per kilogram atau turun 15,3% (QoQ). Adapun rata-rata harga pada semester I-2026 mencapai Rp 20.368 per kilogram yang naik 14,6% (yoy).
Andreas mencatat, rata-rata harga DOC dan broiler bulanan pada Juni 2026 merupakan yang terendah sejak April 2025. “Kami meyakini, ini akibat lemahnya permintaan di tengah penangguhan sementara program MBG selama liburan sekolah dan bulan Suro,” ungkapnya.
Mirae juga menyoroti langkah pemerintah dan pelaku industri dalam menstabilkan harga unggas nasional. Pada 29 Juni 2026, perusahaan unggas, asosiasi, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), serta Kepolisian Negara Republik Indonesia menandatangani komitmen bersama untuk mendukung stabilitas harga unggas.
Dalam komitmen tersebut, seluruh pihak sepakat mempercepat distribusi di tingkat hilir dan meningkatkan kapasitas pemotongan unggas di rumah potong hewan unggas (RPHU). Mereka juga berkomitmen menaikkan harga ayam hidup di tingkat peternak secara bertahap hingga minimal Rp 19.500 per kilogram untuk ayam hidup semua ukuran, paling lambat pada 15 Juli 2026.
Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut atas surat instruksi Dirjen PKH tertanggal 9 Juni 2026. Surat ini diterbitkan karena harga ayam hidup masih berada di bawah harga acuan pemerintah.
Baca Juga
“Kami memperkirakan harga ayam broiler akan pulih dalam beberapa bulan mendatang, menyusul instruksi ini dan dimulainya kembali program MBG, meskipun surat tersebut berbeda dari surat instruksi pemusnahan yang biasa," tulis Andreas dalam risetnya.
Di sisi lain, Mirae menilai peluang pemangkasan anggaran MBG masih terbuka. Pasalnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menyampaikan anggaran MBG tahun fiskal 2026 telah dikurangi hampir Rp 40 triliun menjadi Rp 228 triliun.
Menurut Agustina, anggaran tersebut masih berpotensi dikurangi lebih lanjut. Hal ini seiring dengan upaya BGN, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PPN/Bappenas untuk memfokuskan kembali kelompok penerima manfaat.
Sementara itu, Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah memproyeksikan anggaran MBG turun menjadi Rp 174 triliun pada 2027. Proyeksi tersebut didasarkan pada optimalisasi jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi sekitar 21.000 unit dari sekitar 27.000 unit saat ini.
Andreas meyakini peluang pemotongan lanjutan anggaran MBG pada 2026 cukup besar, mengingat besarnya proyeksi anggaran tahun 2027. Mirae sendiri memperkirakan anggaran MBG tahun 2026 akan menjadi Rp 144 triliun.
Meski demikian, Andreas memperkirakan dampaknya terhadap industri unggas relatif terbatas. Menurutnya, anggaran MBG pada semester II-2026 yang diperkirakan sebesar Rp 46,5 triliun masih menunjukkan pertumbuhan tahunan yang datar, sementara anggaran tahun 2027 diproyeksikan masih tumbuh sekitar 20%.
Dalam riset tersebut, Mirae menyebut terdapat dua risiko utama terhadap rekomendasi investasinya. Risiko tersebut meliputi harga DOC, harga ayam broiler, dan anggaran MBG yang lebih rendah dari perkiraan, serta biaya bahan baku yang lebih tinggi dibanding estimasi.
