Support US$ 61.000 Jadi Penentu Arah Bitcoin, Analis Bidik Level US$ 70.000
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Harga Bitcoin (BTC) mempertahankan tren penguatan dengan tetap diperdagangkan di atas level psikologis US$ 61.000. Analis menilai level tersebut menjadi area support krusial yang akan menentukan arah pergerakan aset kripto terbesar di dunia dalam jangka pendek.
Pada perdagangan terbaru, Jumat (10/7/2026) pukul 05.10 WIB, Bitcoin berada di kisaran US$ 63.212, naik sekitar 1,65% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar US$ 1,26 triliun dengan volume perdagangan harian sebesar US$ 30,97 miliar.
Melansir Coinmarketcapnews, Jumat pagi, analis kripto Michaël van de Poppe mengatakan, struktur pasar Bitcoin masih berada dalam tren positif selama harga mampu bertahan di atas level US$61.000. Menurutnya, jika level tersebut mampu dipertahankan, Bitcoin berpeluang melanjutkan reli menuju kisaran US$67.000 hingga US$70.000 dalam beberapa pekan mendatang.
Baca Juga
Gejolak Timur Tengah Tekan Bitcoin, Likuidasi Kripto Tembus US$ 372 Juta
Di sisi lain, dominasi pasar Bitcoin meningkat menjadi 58,36%, mencerminkan preferensi investor terhadap aset kripto dengan likuiditas terbesar di tengah masih terbatasnya minat terhadap aset digital berisiko lebih tinggi.
Meski Bitcoin dan sejumlah aset kripto utama seperti Ethereum (ETH), XRP, dan BNB mencatat kenaikan, aktivitas perdagangan di sektor decentralized finance (DeFi), stablecoin, maupun pasar derivatif masih menunjukkan pelemahan. Kondisi tersebut mengindikasikan reli saat ini lebih banyak didorong oleh pembelian di pasar spot dibandingkan aktivitas spekulatif berbasis leverage.
Secara teknikal, Bitcoin juga menunjukkan sinyal penguatan. Harga bergerak di atas garis tengah Bollinger Bands, sementara indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah membentuk sinyal bullish yang mengindikasikan meningkatnya momentum beli.
Baca Juga
Harga Minyak Melonjak Usai AS Blokir Ekspor Iran, Waspadai Tekanan bagi Bitcoin
Namun demikian, analis menilai Bitcoin masih harus menembus area resistensi di kisaran US$65.000 untuk mengonfirmasi kelanjutan tren kenaikan. Apabila level tersebut berhasil dilewati, peluang menuju kisaran US$67.000 hingga US$70.000 akan semakin terbuka.
Sebaliknya, apabila Bitcoin gagal mempertahankan support di US$61.000, tekanan jual berpotensi kembali meningkat dan membuka peluang koreksi menuju area US$58.000.
Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan likuiditas dan volume transaksi sebagai faktor penentu keberlanjutan reli. Hingga saat ini, peningkatan harga dinilai lebih mencerminkan akumulasi investor secara selektif dibandingkan kembalinya minat terhadap aset berisiko secara menyeluruh.
