Stok Beras Nasional Tembus 5,1 Juta Ton, Pemerintah Percepat Revitalisasi Gudang Bulog
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah mempercepat revitalisasi gudang Perum Bulog untuk memperkuat kapasitas penyimpanan pangan, seiring stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang telah menembus 5,1 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Penguatan infrastruktur penyimpanan dinilai penting untuk menjaga kualitas beras, meningkatkan kapasitas penyimpanan, serta mendukung distribusi pangan nasional agar berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengatakan, peningkatan kapasitas gudang menjadi semakin krusial seiring bertambahnya stok Cadangan Beras Pemerintah.
Baca Juga
Antisipasi Lonjakan Harga, Dirut Bulog Dorong Percepatan Beras SPHP dan Amankan Stok 5,3 Juta Ton
"Gudang berkapasitas 3.500 ton ini tentu sangat bermanfaat untuk memperkuat pengelolaan stok pangan pemerintah, khususnya Cadangan Beras Pemerintah, sehingga stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga," ujar Ketut dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Ketut, penguatan kapasitas penyimpanan harus terus dilakukan secara berkelanjutan sejalan dengan meningkatnya produksi pangan nasional dan penguatan Cadangan Pangan Pemerintah.
Oleh karena itu, pembangunan dan revitalisasi infrastruktur penyimpanan di berbagai daerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem logistik pangan nasional.
Baca Juga
BEI Bersiap Ubah Kriteria dan Auto Rejection Papan Pemantauan Khusus, Intip Perubahan Ini
"Mudah-mudahan gudang-gudang yang lain juga dapat segera diresmikan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga kapasitas penyimpanan pangan nasional semakin kuat dan mampu mendukung pengelolaan cadangan pangan pemerintah secara optimal," katanya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menilai revitalisasi gudang Bulog merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional sehingga mampu menampung hasil panen yang lebih besar dengan kualitas beras tetap terjaga.
“Kami ingin melihat langsung berapa stok beras yang tersedia di Kalimantan Selatan, apakah cukup untuk cadangan beras di daerah ini, sekaligus memastikan kualitas berasnya. Alhamdulillah, beras yang tersimpan paling lama baru sekitar empat bulan, sehingga perputaran stok berjalan dengan baik,” ujarnya.
