Trisula (TRIS) Gelar Buyback Saham mulai Pekan Depan, Tujuan Ini Diungkap
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Trisula International Tbk (TRIS) akan melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp15 miliar. Program tersebut akan berlangsung selama tiga bulan atau berlangsung 6 Juli 2026 hingga 5 Oktober 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin menyebutkan bahwa dana yang disiapkan untuk buyback mencapai Rp15 miliar, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang terkait dengan pelaksanaan pembelian kembali saham.
Perseroan akan membeli kembali saham sebanyak-banyaknya 3% dari modal disetor atau setara maksimal 94 juta saham. TRIS menetapkan harga pembelian kembali saham maksimal Rp 170 per saham. “Buyback akan dilakukan pada harga yang dinilai wajar dan terbaik oleh direksi,” tulis manajemen TRIS.
Baca Juga
Laba Trisula (TRIS) Naik 4% di Q1 2026, Trisula International Bidik Pertumbuhan Konservatif
Pelaksanaan pembelian kembali saham dapat dilakukan melalui BEI maupun di luar BEI. Untuk transaksi melalui bursa, perseroan menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai broker pelaksana buyback saham.
Manajemen menyatakan program buyback tersebut diproyeksikan tidak memberikan dampak negatif terhadap kinerja keuangan perseroan. Aksi ini juga dinilai tidak akan menyebabkan penurunan pendapatan maupun memberikan dampak material terhadap kegiatan usaha. “Dengan demikian, tidak terdapat perubahan terhadap proforma laba perseroan akibat pelaksanaan buyback saham,” tulisnya.
Sebelumnya, Trisula International (TRIS) mengumumkanpenjualan sebesar Rp 455,33 miliar pada kuartal I-2026 atau tumbuh 13% secara tahunan (yoy). Laba naik 4% menjadi Rp 31,97 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan target manajemen TRIS. Sebelumnya manajemen membidik pertumbuhan kinerja yang konservatif dengan target penjualan meningkat sekitar 5% (yoy) dan laba bersih tumbuh 6,5% (yoy).
Baca Juga
GOTO Diprediksi Tetap Cetak Laba Tahun Ini Meski Kebijakan Komisi 8%, Bagaimana Target Sahamnya?
Presiden Direktur Trisula International Widjaya Djohan mengatakan, fokus utama perseroan pada 2026 adalah pengembangan produk bernilai tambah tinggi serta diversifikasi produk, didukung belanja modal (capex) untuk meningkatkan kapasitas produksi.
“Di tengah dinamika geopolitik global, kami berhasil menjaga ketahanan kinerja ekspor berkat diversifikasi pasar ekspor dan memaksimalkan perjanjian dagang yang dimiliki pemerintah Indonesia, sehingga permintaan tetap stabil dan basis pasar terus meluas,” ujarnya.

