Bitcoin Tembus US$ 67.000, Optimisme Perdamaian AS-Iran Picu Reli Kripto dan Saham
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar aset kripto melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (16/6/2026) pagi setelah meningkatnya optimisme terhadap kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Bitcoin sempat menembus level US$ 67.000, sementara Ethereum, XRP, dan Dogecoin turut menguat seiring membaiknya sentimen risiko global.
Bitcoin sempat mencapai level tertinggi intraday US$ 67.248 dengan volume perdagangan melonjak 40% dalam 24 jam terakhir. Ethereum diperdagangkan di sekitar US$ 1.800, sedangkan XRP menguat 4,5% dibandingkan hari sebelumnya.
Penguatan juga terjadi pada saham-saham yang terkait industri kripto. Saham Strategy Inc. naik 5,78%, sementara Bitmine Immersion Technologies Inc. menguat 6,21%.
Reli pasar kripto terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah tercapai dan Selat Hormuz kembali dibuka untuk aktivitas pelayaran internasional. Kesepakatan tersebut dijadwalkan ditandatangani di Swiss pada 19 Juni 2026 nanti.
Baca Juga
RUPST Indokripto Koin Semesta (COIN) Restui Tahan Laba, Fokus Perkuat Modal dan Infrastruktur
Data pasar menunjukkan lebih dari US$ 480 juta posisi derivatif kripto dilikuidasi dalam 24 jam terakhir, mayoritas berasal dari posisi short. Selain itu, sekitar US$ 300 juta posisi short Bitcoin berpotensi terlikuidasi apabila harga aset kripto terbesar tersebut menembus level US$ 70.000.
Di pasar berjangka, open interest Bitcoin meningkat 2,06%, mengindikasikan masuknya dana baru dan meningkatnya aktivitas spekulasi investor terhadap potensi kenaikan harga lebih lanjut.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengungkapkan bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah memberikan ruang bagi investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset yang memiliki karakteristik volatilitas tinggi setelah beberapa pekan pasar dibayangi sentimen kehati-hatian.
“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya. Hal tersebut yang saat ini turut mendorong pemulihan harga di pasar,” ujar Aloysia dikutip Selasa (16/6/2026).
Baca Juga
Bitcoin Menguat Dekati US$ 66.000 Usai Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran
Penguatan pasar kripto terjadi seiring membaiknya sentimen risiko global. Setelah kesepakatan AS-Iran diumumkan, harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4% menuju kisaran US$ 83 per barel karena pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani prospek ekonomi global. Pada saat yang sama, pasar saham Asia menguat, kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda.
Di tengah sentimen pasar yang mulai membaik, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan tren positif ini masih bergantung pada faktor yang akan menentukan apakah penguatan Bitcoin dapat berlanjut dalam waktu dekat.
“Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar. Namun, investor masih perlu mencermati berbagai faktor lain, termasuk arus dana institusional melalui ETF Bitcoin spot, perkembangan regulasi, kebijakan moneter global, minat investor, serta kondisi likuiditas global. Karena itu, kami melihat penting bagi investor untuk tetap memperhatikan perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu,” ujar Aloysia.
Salah satu indikator yang akan menjadi perhatian pasar adalah pergerakan atau arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Dalam sepekan terakhir, instrumen tersebut mencatatkan outflow US$ 1.72 miliar yang menunjukkan bahwa sebagian investor institusional masih bersikap hati-hati terhadap aset dengan karakteristik volatil.
Selain sentimen geopolitik, pasar juga masih mencermati sejumlah faktor fundamental yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan. Salah satunya adalah minat investor institusional yang tercermin dari arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat.
Sementara itu, melansir Yahoofinance, Selasa (16/6/2026) analis kripto Michaël van de Poppe menilai Bitcoin telah memasuki area akumulasi jangka panjang. Menurutnya, meski belum dapat dipastikan telah mencapai titik terendah, harga saat ini dinilai sudah mendekati level yang secara historis memberikan potensi imbal hasil menarik bagi investor jangka panjang.
Adapun firma analitik on chain Santiment menilai, reli terbaru didorong kombinasi ekspektasi pasar dan perbaikan fundamental. Jika tekanan inflasi global mereda dan minat investor institusi terus meningkat, penguatan saat ini berpotensi menjadi awal dari fase bullish yang lebih besar di pasar aset digital.
Analisa saham dan kripto dengan mudah dan cepat dengan InvestingPro, dapatkan diskon tambahan khusus untuk pembaca Investortrust, klik di sini
