Bitcoin Menguat Dekati US$ 66.000 Usai Trump Klaim Kesepakatan Damai dengan Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin kembali menguat dan nyaris menembus level US$ 66.000 pada perdagangan Senin (15/6/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim bahwa Washington berhasil memediasi kesepakatan damai dengan Iran yang akan membuka kembali Selat Hormuz.
Dalam sejumlah unggahan di platform Truth Social pada Minggu malam, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah rampung dan akan segera diimplementasikan.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Semangat untuk semuanya,” tulis Trump, dikutip dari Cointelegraph, Senin (15/6/2026).
Baca Juga
Kafe di Stanford University Mulai Terima Bitcoin sebagai Alat Pembayaran
Trump juga mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa pungutan serta penghentian blokade angkatan laut AS. Menurutnya, langkah itu akan memungkinkan arus minyak kembali mengalir secara normal dan membantu memulihkan stabilitas kawasan.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respon positif dari pasar keuangan, termasuk aset kripto. Berdasarkan data TradingView, harga Bitcoin sempat menyentuh US$ 65.881 di Coinbase pada Senin pagi. Level tersebut menjadi harga tertinggi dalam 12 hari terakhir, setelah Bitcoin terakhir kali diperdagangkan di atas US$ 66.000 pada 3 Juni lalu.
Research Lead Bitrue Research Institute Andri Fauzan Adziima menilai, potensi kesepakatan damai tersebut mengurangi premi risiko geopolitik yang selama ini membebani pasar.
“Bitcoin telah menembus angka US$ 65.000, didorong oleh para trader yang kembali berinvestasi di kripto di tengah tekanan harga minyak yang lebih rendah dan narasi stabilitas yang lebih luas di bawah pemerintahan yang pro kripto,” ujarnya.
Baca Juga
Meski begitu, Andri mengingatkan bahwa masih terdapat risiko apabila proses penandatanganan kesepakatan mengalami kendala pada menit-menit terakhir.
Hingga kini, rincian lengkap kesepakatan antara AS dan Iran belum diumumkan secara resmi. Kesepakatan itu baru akan berlaku setelah ditandatangani oleh Iran, yang menurut laporan Associated Press dijadwalkan berlangsung pada Jumat mendatang dengan mediasi Pakistan.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi juga mengkonfirmasi adanya kesepakatan tersebut melalui televisi pemerintah. Sementara itu, Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan bahwa konflik di seluruh front akan berakhir secara permanen dan blokade AS akan dicabut sepenuhnya.
Penguatan Bitcoin terjadi setelah aset kripto terbesar di dunia itu secara bertahap pulih sejak sempat turun di bawah US$ 60.000 pada 6 Juni lalu. Namun, harga Bitcoin masih sekitar 48% lebih rendah dibandingkan rekor tertingginya yang mencapai lebih dari US$ 126.000 pada Oktober 2025.
Sentimen positif juga mendorong kenaikan pasar kripto secara keseluruhan. Kapitalisasi pasar kripto global meningkat 2% dalam sehari, dengan sejumlah alternative coin (altccoin) seperti Hyperliquid (HYPE), Zcash (ZEC), dan Near Protocol (NEAR) mencatatkan kinerja lebih baik, bahkan sebagian membukukan kenaikan dua digit.
Meski pasar saat ini merespon positif perkembangan geopolitik tersebut, volatilitas diperkirakan masih akan tinggi menjelang keputusan suku bunga The Fed pada 16-17 Juni mendatang.
Pertemuan tersebut menjadi sorotan karena merupakan keputusan suku bunga pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru Kevin Warsh. Di satu sisi, Warsh dinilai lebih terbuka terhadap peluang penurunan suku bunga. Tapi di sisi lain, inflasi AS yang kembali tembus 4% memperkuat argumen untuk mempertahankan bahkan menaikkan suku bunga.
Jika melirik data CoinMarketCap, pada Senin (15/6/2026), harga Bitcoin berada di level US$ 65.619,17 pada pukul 15.01 WIB atau meningkat 1,92% dalam 24 jam terakhir.
