IHSG Sesi I Melesat 5,03%, Lompatan Didukung Sejumlah Sentimen Positif Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (15/6/2026), ditutup melambung 5,03% ke atas 6.200. Lompatan tersebut ditopang sejumlah sentiment positif dari dalam dan luar negeri.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG sesi I ditutup melesat sebanyak 302,07 poin (5,03%) menjadi 6.309,73. Lompatan indeks ditopang penguatan seluruh sektor saham, khususnya big cap. Penyumbang utama lompatan harga saham sektor material dasar 9,70%,
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta mengatakan, berlanjutnya tren kenaikan IHSG hingga menembus level resistance di 6.058 dan 6.178 didukung sejumlah sentiment positif. Di antaranya, respons positif pelaku pasar terhadap sentimen global, terutama meningkatnya peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Baca Juga
IHSG Ditutup Perkasa 5,03%, Big Cap Dipimpin BBCA hingga BBRI Melambung
Menurut Nafan, normalisasi hubungan kedua negara tersebut berpotensi membuka kembali jalur logistik strategis di Selat Hormuz sehingga dapat meredam kenaikan harga minyak dunia dan menurunkan risiko inflasi global.
Meski IHSG menguat signifikan, investor tetap diminta mencermati sejumlah agenda penting pekan ini. Perdagangan pekan ini berlangsung lebih singkat, karena BEI akan libur pada Selasa (16/6/2026) dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
Selain itu, pelaku pasar menantikan hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed terkait keputusan suku bunga dan proyeksi ekonomi Amerika Serikat.
Baca Juga
Presiden Frank-Walter Steinmeier Tiba di Jakarta, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia–Jerman
Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait penetapan BI Rate. Pasar memperkirakan Bank Indonesia masih akan mempertahankan kebijakan yang cenderung ketat atau hawkish.
Investor juga menunggu agenda peninjauan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.
Di tengah volatilitas pasar dan penguatan indeks yang agresif, Nafan menyarankan investor melakukan akumulasi pada saham-saham yang memiliki fundamental kuat, valuasi menarik, serta menunjukkan indikasi pembalikan tren.
Baca Juga
Rupiah dan Mata Uang di Dunia Kompak Bergerak Menguat Terhadap Dolar AS
“Akumulasi pada saham pilihan dengan fundamental solid, fokus pada saham bervaluasi murah, fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, menggunakan manajemen risiko dengan disiplin,” katanya.
Sedangkan saham pilihan hari ini, Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan area beli Rp2.640-Rp2.940 dan target harga Rp2.960.
Selain itu, saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) direkomendasikan untuk akumulasi beli pada kisaran Rp830-Rp900 dengan target harga Rp940. Sementara itu, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan area beli Rp1.620-Rp2.020 dan target harga Rp2.070.
