Bukit Asam (PTBA) Bagi Dividen Rp 1,32 Triliun, 45% Laba 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrus.id – PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) membagikan dividen Rp 1,32 triliun atau Rp 114,64 per saham, setara 45% dari laba bersih 2025 yang sebesar Rp 2,93 triliun. Jumlah ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS) Tahun Buku 2025 secara elektronik, Kamis (11/6/2026).
Jumlah tersebut lebih rendah dari dividen 2025 sebesar Rp 3,8 triliun atau Rp 332,4 per saham, yang setara 75% laba bersih 2024 senilai Rp 5,1 triliun.
Selanjutnya sisa laba bersih sebesar Rp 1,61 triliun atau 55% ditetapkan sebagai saldo laba ditahan, guna mendukung pengembangan usaha dan menjaga keberlanjutan bisnis perseroan.
Menurut Corporate Secretary Bukit Asam, Eko Prayitno, seluruh keputusan dalam RUPS mencerminkan komitmen perseroan untuk menjaga keseimbangan, antara pemberian nilai tambah kepada pemegang saham, penguatan struktur permodalan, dan keberlanjutan pengembangan usaha.
“Di tengah dinamika industri pertambangan dan energi, kami terus berupaya menjaga kinerja operasional yang optimal, meningkatkan efisiensi, memperkuat hilirisasi batubara, serta mengembangkan berbagai inisiatif bisnis yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan dan penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” papar Eko, Kamis (11/6/2026).
Baca Juga
Dalam kesempatan yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengubahan Anggaran Dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Hal ini diatur dalam Peraturan Badan Pusat Statistik Nomor 7 Tahun 2025.
Pengubahan anggaran dasar merupakan langkah penyesuaian terhadap kebutuhan bisnis, perkembangan regulasi, serta penguatan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Tahun lalu, PTBA membukukan pendapatan sebesar Rp 42,65 triliun, yang didukung penjualan ekspor dengan kontribusi sebesar 46% dan penjualan domestik 54%. Lima negara tujuan ekspor terbesar PTBA adalah Bangladesh, India, Vietnam, Korea Selatan, dan Filipina.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan pada 31 Desember 2025 mencapai Rp 43,92 triliun, meningkat 5% dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp 41,79 triliun. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan aset tidak lancar sebesar 12% atau sekitar Rp 3,12 triliun.
Baca Juga
Aksi Nyata Bukit Asam (PTBA) Menuju Pertambangan Berkelanjutan Dapat Apresiasi
