Sentimen Investor Pulih Seiring Berkurangnya Ketidakpastian Politik
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa (9/6/2026) dinilai dipengaruhi meredanya spekulasi terkait reshuffle kabinet, khususnya isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Pada penutupan perdagangan, Selasa (9/6/2026) IHSG terbang 7,57% atau 404,51 poin ke level 5.746,65. Sementara sejak pagi, nilai tukar rupiah sedikit bertenaga dan terus menekan nilai tukar Negeri Paman Sam. Di awal perdagangan, nilai tukar dolar AS berada pada level Rp 18.160 atau melemah 0,15% alias minus 27 poin.
Ekonom STIE YKP Yogyakarta Aditya Hera Nurmoko mengatakan, pasar merespons positif setelah muncul penegasan bahwa rumor pergantian Menteri Keuangan tidak benar. Menurut dia, berkurangnya ketidakpastian politik membantu memperbaiki sentimen investor yang sebelumnya sempat tertekan.
"Ketika isu itu dibantah, sebagian investor kembali percaya bahwa tidak akan ada perubahan mendadak pada kebijakan ekonomi," ujar Aditya, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga
IHSG Melonjak 7,57% Hari Ini, Analis Ungkap Sejumlah Faktor Penopang Ini
Aditya menjelaskan, pasar juga mempertimbangkan kesinambungan kebijakan ekonomi, terutama koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pasar obligasi. Dengan tidak adanya perubahan mendadak di posisi strategis tersebut, investor melihat peluang kebijakan ekonomi berjalan lebih konsisten.
Selain faktor tersebut, penguatan pasar juga ditopang aksi beli setelah tekanan yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Menurut Aditya, sebagian investor memanfaatkan penurunan harga saham dan pelemahan rupiah pada hari sebelumnya untuk melakukan aksi buy on weakness, yang kemudian mendorong rebound pasar.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penguatan IHSG dan rupiah tidak semata-mata dipengaruhi meredanya rumor reshuffle. Faktor lain seperti arus modal asing, kebijakan suku bunga, kondisi ekonomi global, sentimen terhadap dolar AS, serta ekspektasi terhadap kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia juga berperan dalam menentukan arah pasar.
Baca Juga
IHSG Melejit 7,57% Ditopang Big Cap, Catat Kenaikan Harian Tertinggi Lebih dari Lima Tahun Terakhir
Sementara itu, Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, Esther Sri Astuti, menilai stabilitas kebijakan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Menurut Esther, masuknya aliran modal asing sangat bergantung pada sejumlah faktor fundamental seperti kepastian hukum, prospek ekonomi, ketersediaan bahan baku, dukungan ekosistem usaha, integrasi rantai pasok global, infrastruktur yang memadai, serta harmonisasi regulasi antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia menambahkan, stabilitas di level kementerian memberikan sinyal positif bagi investor karena mampu mengurangi ketidakpastian kebijakan jangka pendek dan memperkuat daya tarik Indonesia di mata investor global.

