IHSG Melejit 7,57% Ditopang Big Cap, Catat Kenaikan Harian Tertinggi Lebih dari Lima Tahun Terakhir
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Penguatan Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (9/6/2026), catatkan kenaikan harian tertinggi dalam setahun terakhir mencapai 404,51 poin (7,57%) menjadi 5.746 dengan nilai transaksi Rp 25,67 triliun. Kenaikan harian IHSG tertinggi kedua di dunia setelah Kospi dengan penguatan 8,18% hari ini.
Kenaikan tersebut merupakan penguatan harian tertinggi dalam lima tahun terakhir. Kenaikan harian tertinggi sebelumnya terjadi pada 26 Maret 2020 dengan penguatan IHSG dalam sehari mencapai 10,19%. Lompatan IHSG ini dipicu penguatan seluruh sektor saham, seperti sektor energi dan material dasar menguat lebih dari 9%. Sektor industry menguat 8,55%, sektor keuangan naik 7,13%, sektor infrastruktur naik 7,37%, dan kenaikan terendah dicatatkan sektor property 2,36%. Kenaikan juga ditopang penguatan nilai tukar Rupiah sebanyak Rp 170 menjadi Rp 18.000.
Baca Juga
BI Keluarkan Aneka Jurus Tarik Modal Asing dan Perkuat Rupiah
Kenaikan tersebut ditopang lompatan seluruh sektor saham, seperti seluruh saham emiten Prajogo Pangestu, yaitu TPIA, BRPT, CUAN, BREN, CDIA, dan PTRO melesat. Kenaikan pesat juga melanda saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Sedangkan saham dengan kenaikan paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham BABY menguat 34,62% menjadi Rp 140, AHAP naik 34,48% menjadi Rp 78, CTTH naik 34,38% menjadi Rp 129, SGRO naik 25% menjadi Rp 2.800, dan TRIN naik 25% menjadi Rp 430
ARA juga melanda saham RAJA sebanyak 25% menjadi Rp 3.300, RATU naik 24,93% menjadi Rp 4.660, BUVA menguat 24,55% menjadi Rp 685, MLPT naik 20% menjadi Rp 15.000, dan PGUN naik 19,65% menjadi Rp 6.850.
Kemarin IHSG ditutup anjlok sebanyak 252,62 poin (4,52%) menjadi 5.342 dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 447,05 miliar. Net sell terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 489,11 miliar, BBRI mencapai Rp 298,49 miliar, dan TLKM Rp 135,96 miliar.
Baca Juga
Penurunan sejalan dengan kejatuhan saham sektor industry jatuh 6,39%, sektor infrastruktur 6,29%, dan sektor transportasi 5,58%. Sektor lainnya jatuh lebih dari 4%, seperti energi, material dasar, consumer primer, consumer non primer.
Penurunan indeks juga dipicu kejatuhan saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Kejatuhan saham TLKM hingg 14,86%, MORA jatuh 7,02%, MLPT 9,42%, BRPT sebanyak 6,42%.
Sebaliknya saham dengan penguatan pesat hari ini, yaitu saham GRIA naik 27,27% menjadi Rp 168, ASPR naik 24,63% menjadi Rp 167, TPIA naik 22,99% menjadi Rp 1.605, PSDN anik 20,59% menjadi Rp 123, dan CTBN naik 19,68% menjadi Rp 7.450.

