IHSG Bangkit ke Level 5.599, Analis Ungkap Faktor di Balik Lonjakan Hampir 5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat hampir 5% pada penutupan perdagangan sesi I, Selasa (9/6/2026). Analis menilai lonjakan tersebut didorong oleh kombinasi technical rebound, membaiknya sentimen pasar Asia, serta ekspektasi terkait rencana buyback.
Mengacu data RTI Business IHSG berada di level 5.599,741, melonjak 257,604 poin (4,82%) pada penutupan sesi I. Sepanjang sesi I, indeks bergerak pada kisaran 5.318,145-5.627,575, dengan nilai transaksi mencapai Rp 13,791 triliun dan frekuensi perdagangan sebanyak 1.479.785 kali.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana atau Didit menilai penguatan IHSG pada sesi I terutama dipicu oleh technical rebound setelah indeks mengalami tekanan dalam empat hari terakhir.
“Penguatan IHSG pada pergerakan sesi I ini kami mencermati akan adanya technical rebound pada IHSG setelah empat hari tertekan,” kata Didit saat dihubungi investortrust.id Selasa, (9/6/2026).
Menurutnya, sentimen positif juga datang dari pergerakan mayoritas bursa Asia yang menguat setelah sebelumnya terkoreksi, terutama Nikkei dan KOSPI.
Di sisi domestik, Didit mencermati adanya sentimen dari pertemuan Wakil Ketua DPR dengan sejumlah pimpinan bank yang membahas rencana buyback. Namun, ia mengingatkan bahwa nilai tukar rupiah masih berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat.
Baca Juga
Top! IHSG Sesi I Rebound hampir 5%, Saham BUMN Jadi Pendorong
“Untuk sentimen dari dalam negeri, kami mencermati bahwa Wakil Ketua DPR bertemu dengan beberapa pimpinan bank dan membahas adanya rencana buyback, namun nilai tukar Rupiah masih bergerak melemah terhadap dolar AS di mana saat ini berada di Rp18.148 per dolar AS,” terang Didit.
Ia menambahkan, secara teknikal posisi IHSG telah berhasil menutup gap pada rentang 5.523-5.594. Didit memperkirakan masih berpeluang menguat untuk menguji 5.654-5.685 terdekatnya.
Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama menilai lonjakan IHSG lebih dari 4% dipengaruhi kombinasi kondisi oversold dan membaiknya sentimen pasar.
“Menurut saya, IHSG naik lebih dari 4% hari ini itu utamanya karena kombinasi technical rebound setelah beberapa hari sebelumnya turun cukup dalam, jadi memang kondisi sudah oversold dan begitu ada trigger positif langsung responsnya agresif,” ucap Elandry kepada investortrust.id Selasa, (9/6/2026).
Ia menambahkan, risk appetite investor mulai kembali, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar di sektor perbankan dan konglomerasi yang memiliki bobot besar terhadap indeks.
Sependapat dengan Didit, menurut Elandry isu terkait DPR RI dan potensi dorongan buyback BUMN juga menjadi katalis positif bagi pasar. Namun, efeknya masih lebih bersifat sentimen jangka pendek dibandingkan sebagai pendorong fundamental.
“Pasar baca ini sebagai potensi support dari sisi kebijakan, tapi masih lebih ke ekspektasi, jadi efeknya lebih ke short-term boost, belum fundamental driver utama,” tutur Elandry.
Selain itu, lonjakan IHSG turut diperkuat oleh likuiditas yang mulai membaik dan masuknya kembali sebagian arus modal jangka pendek ke saham-saham likuid sehingga pergerakan indeks menjadi lebih cepat.
Meski demikian, Elandry memperkirakan penguatan masih akan berlangsung dengan pola volatile uptrend.
“Selama foreign flow belum stabil, penguatan Rupiah belum konsisten dan belum ada katalis lanjutan yang kuat, biasanya setelah rally seperti ini pasar akan mungkin mengarah konsolidasi lagi,” pungkasnya.

