IHSG Anjlok Hampir 5% ke 5.651 di Intraday Hari Ini, Analis Ungkap Tekanan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (4/6/2026) di tengah sentimen global yang masih negatif, pelemahan rupiah, serta berlanjutnya arus keluar dana asing dari pasar domestik.
Berdasarkan data RTI Business hingga pukul 09.53 WIB, IHSG turun 289,80 poin atau 4,88% ke level 5.651,26. Volume perdagangan tercatat mencapai 12,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp6,69 triliun.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan pelemahan IHSG masih sejalan dengan proyeksi teknikal yang telah disampaikan sebelumnya. Menurut dia, indeks masih berada dalam tren penurunan dan belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang valid.
Baca Juga
“Pergerakan IHSG masih berada di fase downtrendnya dan hingga saat ini belum menunjukkan tanda pembalikan arah yang valid,” kata Herditya kepada Investortrust.id, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, tekanan terhadap pasar saham domestik juga dipengaruhi sentimen eksternal. Mayoritas bursa global dan regional Asia masih bergerak melemah, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus terdepresiasi hingga berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Selain itu, arus keluar dana asing masih membayangi pasar saham Indonesia. Investor disebut masih mencermati berbagai kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah, terutama yang berkaitan dengan aspek fiskal.
Baca Juga
Rupiah Tembus Rp18.014 per Dolar AS, Dolar Menguat Didorong Data Ekonomi AS
“Outflow juga masih terjadi di IHSG dimana investor masih mencermati akan kebijakan-kebijakan yang dicanangkan oleh pemerintah, terutama terkait fiskal,” ujarnya.
Senada, Investment Specialist KISI Sekuritas Azharys Hardian menilai koreksi tajam IHSG tidak terlepas dari pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp18.000 per dolar AS.
“Terkait pelemahan IHSG hal tersebut tidak lepas dari pelemahan rupiah yang menyentuh level 18.000, yang kami proyeksikan akan melanjutkan pelemahan hingga 18.200 seiring dengan Fibonacci 1,618,” kata Azharys.
Baca Juga
Istana Prihatin Dadan Hindayana Cs dan Silmy Karim Jadi Tersangka Korupsi
Ia menambahkan, level support IHSG berikutnya berada di kisaran 5.400 setelah indeks menembus area 5.800.
Selain itu, investor juga perlu mencermati selisih imbal hasil (yield spread) obligasi pemerintah tenor 10 tahun Indonesia dan Amerika Serikat sebagai indikator arah pergerakan dana asing. Menurutnya, indikator tersebut penting untuk menyesuaikan strategi investasi di tengah volatilitas pasar yang meningkat.
“Strategi yang bisa dilakukan adalah memperhatikan spread yield obligasi 10 tahun antara AS dan Indonesia, untuk menyesuaikan risk parity institusi asing. Butuh setidaknya spread sebesar 270 bps jika melihat data ketika bottoming akibat tarif resiprokal Donald Trump yang saat ini berjarak 279 bps. Investor juga dapat mengalokasikan terlebih dahulu instrumen low risk seperti money market fund,” pungkasnya.

