BEI Minta Investor Tak Panik, Meski IHSG Intraday Sempat Anjlok Hampir 5%
JAKARTA, investortrust.id – Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Jeffrey Hendrik mengimbau investor pasar modal untuk tidak panik menyusul anjloknya indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sempat mendekati pelemahan 5% pada perdagangan Senin (18/5/2026).
Pada sesi I perdagangan, IHSG tercatat turun 4,77% ke level 6.402,56. Bahkan, indeks sempat mendekati level psikologis 6.300 akibat tekanan jual di mayoritas sektor saham, terutama saham-saham berkapitalisasi besar.
Baca Juga
Bergerak Fluktuatif Sepanjang Hari, IHSG Akhirnya Ditutup hanya Turun 1,85%
Meski demikian pada penutupan, IHSG akhirnya hanya melemah 124 poin (1,85%), meski intraday sempat melemah sebanyak 325 poin atau lebih dari 4,77%.
Jeffrey menilai pelemahan IHSG masih sejalan dengan koreksi yang terjadi di pasar global dan Asia di tengah tingginya ketidakpastian pasar. Karena itu, investor diminta tetap fokus pada fundamental emiten dan strategi investasi jangka panjang.
“Oleh karena itu, tentu tidak bosan-bosannya kami mengingatkan supaya investor tentu tetap memperhatikan fundamental, tidak panik, menganalisis secara cermat, mengatur strategi berinvestasi sesuai dengan profil risiko masing-masing. Karena kondisi pasar sangat dinamis, ketidakpastiannya masih cukup tinggi,” kata Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (18/5/2026).
Baca Juga
Rupiah Terus Melemah, Purbaya Sebut Kondisi Saat Ini Beda dengan Krisis 1998
Menurut Jeffrey, tekanan di pasar saham domestik juga dipengaruhi koreksi yang terjadi di pasar global, khususnya bursa Asia, selama dua hari saat BEI libur perdagangan pada Kamis dan Jumat pekan lalu.
“Kita juga melihat bahwa hari Kamis dan Jumat pasar kita libur. Nah, di masa kita libur itu pasar global khususnya pasar Asia itu juga mengalami koreksi. Dan kalau kita akumulasikan koreksi dua hari di pasar global Asia ditambah dengan sedikit koreksi tambahan hari ini di pasar global itu sama dengan koreksi yang kita alami hari ini,” ujar Jeffrey.
Pelemahan IHSG pada perdagangan hari ini terjadi seiring meningkatnya tekanan jual di hampir seluruh sektor saham, khususnya emiten-emiten big caps yang menjadi penggerak utama indeks.

