GOTO: Penyesuaian Indeks FTSE-MSCI Tidak Pengaruhi Operasional
JAKARTA, Investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menegaskan bahwa perubahan klasifikasi papan pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI) serta penyesuaian perlakuan indeks oleh FTSE Russell dan MSCI tidak berdampak terhadap operasional maupun strategi bisnis perseroan.
Head of Investor Relations GOTO Joel Ellis mengatakan perseroan mencermati pengumuman terbaru dari BEI, FTSE Russell, dan MSCI terkait penyesuaian klasifikasi papan pencatatan BEI serta perlakuan indeks.
“Perkembangan tersebut merupakan penyesuaian teknis-administratif yang didasarkan pada kriteria kuantitatif indeks terkait dan tidak mencerminkan kinerja bisnis Perseroan,” kata Joel dalam keterangan resmi kepada investortrust.id, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga
FTSE Russell Hapus DSSA hingga GOTO dari Indeks Global, Berlaku 22 Juni 2026
Joel menjelaskan, reklasifikasi BEI memindahkan GOTO dari Papan Ekonomi Baru ke Papan Pengembangan. Perubahan tersebut terjadi karena perseroan tidak memenuhi salah satu kriteria, yakni ambang batas pertumbuhan rata-rata tahunan (compound annual growth rate/CAGR) pendapatan bersih selama tiga tahun sebesar minimal 20%.
Menurut Joel, kondisi tersebut dipengaruhi oleh dekonsolidasi Tokopedia yang dilakukan pada awal 2024. Sejalan dengan perubahan tersebut, FTSE Global Equity Index Series yang saat ini belum mengakui Papan Pengembangan akan mengeluarkan saham GOTO dari indeksnya.
Sementara itu, pengumuman MSCI berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI. “Adapun pengumuman MSCI berkaitan dengan kendala likuiditas perdagangan yang timbul akibat batas minimum harga saham yang dapat diperdagangkan di BEI, sehingga tidak mencerminkan fundamental bisnis Perseroan,” ujar Joel.
Baca Juga
Ia menegaskan, perubahan klasifikasi papan maupun penyesuaian indeks tersebut tidak memengaruhi aktivitas operasional dan arah bisnis perusahaan. “Tidak ada satu pun dari perubahan tersebut yang berdampak pada aktivitas operasional, maupun strategi Perseroan,” tegasnya.
Di tengah perkembangan tersebut, GOTO menyatakan tetap mencatatkan kinerja operasional yang solid. Pada kuartal I-2026, perseroan membukukan laba bersih kuartalan pertama dalam sejarah sebesar Rp171 miliar. Capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bersih sebesar 26% secara tahunan menjadi Rp5,3 triliun.
Perseroan juga mempertahankan proyeksi adjusted EBITDA grup sepanjang 2026 di kisaran Rp3,2 triliun hingga Rp3,4 triliun, atau setara dengan pertumbuhan sekitar 60% dibandingkan tahun sebelumnya. “Fundamental bisnis GOTO kuat dan Perseroan tetap fokus pada pertumbuhan yang disiplin dan menguntungkan, serta menciptakan nilai bagi seluruh pelanggan dan pemegang saham,” tandas Joel.

