Indeks Keyakinan Konsumen Turun, OJK Sebut Tak Pengaruhi Industri Pergadaian
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penurunan indeks keyakinan konsumen (IKK) yang diluncurkan Bank Indonesia (BI) tak berdampak terhadap industri pergadaian nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, industri pergadaian ini bersifat secure lending yaitu pendanaan yang berbasiskan barang.
“Dengan demikian ada underlying ekonominya, ada nilai fundamental terhadap aset. Jadi, dalam suasana apapun, dalam keadaan perekonomian apapun, ini bisnis yang sangat favorit sebenarnya,” ujarnya, dalam Konferensi Pers peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025-2030, di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Baca Juga
OJK Sebut Ada 3 Fase Penerapan 'Roadmap' Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025-2030, Apa Saja?
Foto: Investortrust/Bagus Kasanjanu.
Bahkan, lanjut Agusman, industri pergadaian berperan sangat penting dalam menjaga likuiditas masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi. “Karena bisa menghadirkan likuiditas berbasiskan barang,” sambungnya.
Jadi dengan kondisi penurunan IKK tersebut, kata Agusman, tidak serta-merta merefleksikan kondisi ekonomi tertentu. Apalagi hingga memberi dampak terhadap industri pergadaian.
“(Industri pergadaian) betul-betul menawarkan setiap orang yang membutuhkan,” katanya.
Baca Juga
Rilis "Roadmap" Pengembangan dan Penguatan Pergadaian 2025-2030, Ini 5 Prioritas Utama OJK
Seperti diketahui, berdasarkan Survei Konsumen BI pada September 2025, angka IKK berada di level 115. Angka ini turun dibanding periode Agustus 2025 yang berada di posisi 117,2.
Meski begitu, angka IKK per September 2025 itu disebut masih dalam zona optimistis, karena angka indeks masih diambang batas lebih tinggi dari 100.

