Bitcoin Bertahan di US$ 77.000 di Kala Kejatuhan Harga Minyak dan Penantian Kesepakatan AS-Iran
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Reli pasar kripto sempat memuncak pada Minggu (24/5/2026) dengan Bitcoin (BTC) naik menjadi US$ 77.000, sehari setelah bergerak ke US$ 74.000. Beberapa pemegang keuntungan terbesar adalah koin seperti Venice Token, Zcash ZEC, Morpho, dan Hyperliquid, yang melonjak lebih dari 10%.
Kapitalisasi pasar semua koin saat itu naik lebih dari 2% menjadi US$ 2,56 triliun. Reli ini sebagian dipicu oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memuji potensi kesepakatan antara AS dan Iran.
Menilik data Coinmarketcap di awal pekan, Senin (25/5/2026) pukul 10.05 WIB harga kripto cenderung melemah, namun BTC masih punya sedikit amunisi untuk menguat. BTC naik tipis 0,20% ke US$ 77.000, sedangkan Ethereum (ETH), BNB, XRP masing-masing melemah 1,35%, 0,12%, dan 1,02%. Kapitalisasi pasar semua koin saat ini di posisi US$ 2,57 triliun.
Baca Juga
Bitcoin Pizza Day Jadi Momentum Refleksi Adopsi Kripto, Tokocrypto Soroti Pentingnya Literasi
Trump sebelumnya mengatakan bahwa kedua negara hampir mencapai kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz. Akibatnya, harga minyak mentah turun tajam, dengan Brent dan West Texas Intermediate jatuh di bawah US$ 100 di Hyperliquid. Kontrak berjangka permanen yang terkait dengan Indeks S&P 500 juga melompat ke level tertinggi.
Kesepakatan AS-Iran akan sangat menguntungkan pasar kripto karena dampaknya terhadap inflasi dan bank sentral AS (Federal Reserve). Hal itu akan menurunkan inflasi, membuat Fed lebih mudah untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Bitcoin dan altcoin lainnya biasanya berkinerja baik pada periode ketika Fed sedang menurunkan suku bunga atau ketika Fed telah menunjukkan bahwa mereka akan memangkasnya seiring waktu.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok Dipicu Harapan Damai AS-Iran, Brent Turun di Bawah US$ 100
Sementara, harga minyak pada perdagangan Senin (25/5/2026) mencapai posisi terendah dalam dua pekan terakhir, di tengah optimisme kian dekatnya realisasi kesepakatan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Meskipun, sampai saat ini kedua negara tetap berselisih mengenai isu-isu utama, termasuk blokade di Selat Hormuz yang terus membatasi pasokan minyak dari Timur Tengah.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun US$ 4,71 atau 4,55% ke posisi US$ 98,83 per barel pada pukul 22.34 waktu setempat. Sementara harga minyak mentah acuan AS West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$ 92,03 per barel, turun US$ 4,57 atau sekitar 4,73%.
Posisi kedua acuan minyak untuk kontrak berjangka tersebut menyentuh level terendah sejak 7 Mei di awal sesi.
Sebelumnya, pada Sabtu (23/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington dan Iran telah "sebagian besar menegosiasikan" sebuah nota kesepahaman tentang kesepakatan damai yang akan membuka kembali Selat Hormuz, yang mana sebelum konflik mampu membawa seperlima dari pengiriman minyak dan gas alam cair global.
Meski begitu, kedua belah pihak masih tetap berselisih dalam beberapa masalah sulit. Dengan Trump mengatakan pada Minggu (24/5/2026) bahwa dia telah mengatakan kepada perwakilannya untuk tidak terburu-buru dalam meneken kesepakatan apa pun dengan Iran.

