Bitcoin Pizza Day Jadi Momentum Refleksi Adopsi Kripto, Tokocrypto Soroti Pentingnya Literasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perayaan Bitcoin Pizza Day yang diperingati setiap 22 Mei kembali menjadi momentum penting bagi komunitas aset digital global, termasuk di Indonesia, untuk melihat kembali perkembangan adopsi kripto dalam kehidupan sehari-hari.
CEO Tokocrypto Calvin Kizana mengungkapkan, Bitcoin Pizza Day menjadi pengingat bahwa nilai utama aset digital tak hanya terletak pada kenaikan harga, tapi juga pada aspek utilitas, kepercayaan, dan tingkat adopsinya.
“Di Tokocrypto kami melihat peringatan ini sebagai momentum untuk terus mendorong literasi, adopsi yang bertanggung jawab, serta pemahaman yang lebih luas mengenai manfaat aset digital dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, dalam keterangan pers, dikutip Minggu (24/5/2026).
Baca Juga
16 Tahun Bitcoin Pizza Day, Dari Dua Pizza ke Aset Bernilai Miliaran Dolar
Peringatan di tahun ini, lanjut Calvin, memiliki nuansa berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika pada perayaan tahun lalu harga Bitcoin sempat berada di kisaran US$ 109.000 hingga US$ 111.000, tahun ini pergerakannya berada di level yang lebih rendah, yaitu US$ 77.000 hingga US$ 78.000.
Data Tokocrypto menunjukan, Bitcoin sempat menyentuh level US$ 78.000 sebelum kembali terkoreksi ke kisaran US$ 77.000. Pada 22 Mei 2026, harga Bitcoin tercatat berada di kisaran US$ 77.546, lebih rendah ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 109.665.
“Di satu sisi, kita merayakan sejarah adopsi Bitcoin dalam transaksi nyata. Namun di sisi lain, kita juga diingatkan bahwa pasar aset digital tetap bergerak dinamis dan dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari sentimen makroekonomi, arus dana institusional, hingga kondisi geopolitik global,” katanya.
Baca Juga
SpaceX Ungkap Kepemilikan Bitcoin Rp 23 Triliun Jelang IPO Raksasa
Pergerakan Bitcoin dalam beberapa waktu terakhir, kata Calvin, masih dipengaruhi sentimen pasar global, termasuk tekanan. Arus keluar dana yang diperdagangkan di bursa (exchange traded fund/ETF) Bitcoin spot serta sikap investor yang lebih berhati-hati juga turut mempengaruhi dinamika pasar.
Walau begitu, esensi utama Bitcoin Pizza Day sejatinya tak berubah sejak pertama kali diperingati. Momen tersebut bukan hanya tentang nilai fantastis 10.000 BTC saat ini, melainkan tentang bagaimana teknologi mendapatkan nilai-nilai ketika benar-benar digunakan dan dipercaya masyarakat.
“Pelajaran dari Bitcoin Pizza Day bukan soal harga Bitcoin hari ini. Momen ini menunjukkan bahwa teknologi akan bernilai ketika dapat digunakan dan dipercaya masyarakat,” ucap Calvin.
Sekadar informasi, Bitcoin Pizza Day merujuk pada transaksi bersejarah pada 22 Mei 2010, ketika seorang pengembang asal Florida, Laszlo Hanyecz, menawarkan 10.000 Bitcoin di forum BitcoinTalk kepada siapa saja yang bersedia membelikan dua loyang pizza untuknya.
Tawaran tersebut kemudian diterima oleh pengguna bernama Jercos yang memesan pizza dari Papa John’s. Pada saat itu, nilai 10.000 BTC diperkirakan hanya setara US$ 41.

