RUPS PT AADI Setujui Pembagian Dividen Sebesar US$450 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyetujui pembagian dividen sebesar US$450 juta dari laba tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan yang digelar di Gedung Cyber 2, Kuningan, Jakarta, Jumat (22/05/2026). Jumlah dividen tersebut setara sekitar 59,2% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan.
Direktur Utama AADI, Julius Aslan mengatakan, pada tahun buku 2025, AADI membukukan laba bersih sebesar US$849,185 juta. Dari jumlah tersebut, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan tercatat sebesar US$760,179 juta.
Dari total dividen US$450 juta yang disetujui pemegang saham, sebesar US$250 juta telah dibayarkan lebih dahulu sebagai dividen tunai interim pada November 2025. Sisanya sebesar US$200 juta akan dibagikan sebagai dividen tunai kepada pemegang saham.
Baca Juga
Dirut PT AADI Tbk Julius Aslan: Kami Dukung PT DSI, Badan Tunggal Ekspor SDA
Selain pembagian dividen, RUPS juga menyetujui pembentukan dana cadangan wajib sebesar US$10 juta sesuai ketentuan Pasal 70 dan Pasal 71 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas sebagaimana telah diubah melalui regulasi terkait Cipta Kerja. Sedang sisa laba bersih sebesar US$300,179 juta dibukukan sebagai saldo laba perseroan untuk memperkuat struktur permodalan dan mendukung pengembangan usaha ke depan.
Dalam RUPS tersebut, perseroan juga menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). AADI sebelumnya melakukan IPO sebanyak 778,689 juta saham dengan tanggal efektif 26 November 2024 dan mulai tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 5 Desember 2024.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Empat Saham Dipimpin AADI Layak Dipanatau
Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi tercatat sebesar Rp4,270 triliun. Perseroan menjelaskan, dana tersebut digunakan untuk pemberian pinjaman kepada anak usaha PT Maritim Barito Perkasa sebesar Rp 1,588 triliun guna mendukung kegiatan investasi dan operasional, serta pembayaran kembali sebagian pinjaman kepada PT Adaro Indonesia sebesar Rp 635,520 miliar, dan PT AlamTri Resources Indonesia Tbk sebesar Rp 2,046 triliun.
Manajemen AADI menegaskan pembagian dividen dan pengelolaan laba dilakukan dengan tetap menjaga keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan pendanaan ekspansi perseroan di tengah prospek bisnis batu bara yang masih dinilai positif.

