Bagikan

IHSG Masih Dibayangi Tekanan, Pidato Presiden Prabowo Jadi Penentu Sentimen

Poin Penting

Pergerakan IHSG diproyeksi fluktuatif menjelang pidato arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo di DPR.
IHSG anjlok 3,46% ke level 6.370 akibat dominasi tekanan domestik di tengah membaiknya sentimen pasar global.
Pelemahan rupiah ke Rp 17.706 per dolar AS picu kekhawatiran inflasi impor dan risiko fiskal pemerintah.


JAKARTA, investortrust.id Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu (20/5/2026), dengan pelaku pasar menanti pidato Presiden Prabowo di sidang paripurna DPR sebagai sentimen utama pasar.

Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan perhatian investor saat ini tertuju pada arah kebijakan pemerintah, terutama terkait fiskal, stabilitas ekonomi, dan penguatan rupiah.

“Pasar akan menunggu kejelasan arah kebijakan fiskal, strategi menjaga stabilitas ekonomi, langkah penguatan rupiah, hingga bagaimana pemerintah merespons tekanan pasar keuangan yang semakin besar,” kata Hendra kepada investortrust.id, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, jika pidato Presiden mampu memberikan kepastian arah kebijakan dan keberpihakan terhadap stabilitas pasar, maka IHSG berpeluang mengalami technical rebound. Sebaliknya, jika belum ada langkah konkret untuk memulihkan kepercayaan investor, tekanan terhadap pasar domestik diperkirakan masih berlanjut.

Secara teknikal, area 6.300 dinilai menjadi support psikologis penting bagi IHSG. Jika level tersebut mampu dipertahankan, peluang rebound menuju area 6.500–6.535 masih terbuka.Namun apabila support tersebut ditembus, maka risiko pelemahan lanjutan akan semakin besar karena pasar akan mulai masuk fase krisis kepercayaan jangka pendek.

Ia menilai investor saat ini cenderung lebih selektif dan defensif dengan fokus pada saham berfundamental kuat dan likuid di tengah tingginya ketidakpastian pasar.

“Besok, pidato Presiden berpotensi menjadi salah satu momentum penting untuk menentukan apakah pasar mulai menemukan titik stabilisasi atau justru kembali kehilangan arah,” ucap Hendra.

Baca Juga

Investor Asing justru Net Buy Rp 260,12 Miliar Saat IHSG Anjlok 3,46%, Intip Pilihannya

Di tengah meredanya tensi geopolitik global, IHSG justru anjlok 3,46% ke level 6.370 dan menjadi salah satu indeks dengan performa terburuk di kawasan.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap pasar domestik saat ini bukan hanya dipengaruhi faktor eksternal, tetapi juga mencerminkan mulai rapuhnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi dan stabilitas pasar keuangan Indonesia dalam jangka pendek,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, sentimen global sebenarnya mulai membaik setelah Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran demi membuka ruang negosiasi damai.

“Bursa Eropa dibuka menghijau, sebagian besar indeks Asia bergerak stabil, dan imbal hasil obligasi global mulai turun. Namun IHSG justru bergerak berlawanan arah. Ini menandakan bahwa pasar Indonesia sedang menghadapi tekanan domestik yang jauh lebih dominan dibanding sentimen global,” kata Hendra.

Tekanan IHSG juga terjadi hampir merata di berbagai sektor, terutama basic industry yang anjlok hingga 7,30%. Saham-saham seperti TPIA, BRPT, INKP, TKIM hingga SMGR mengalami tekanan jual agresif. “Hal tersebut mengindikasikan adanya aksi pengurangan risiko besar-besaran dari investor institusi maupun asing,” ujar Hendra.

Selain itu, pelemahan rupiah ke area Rp 17.706 per dolar AS juga mulai menjadi perhatian serius investor.

“Pelemahan rupiah bukan hanya berdampak pada meningkatnya tekanan inflasi impor, tetapi juga meningkatkan kekhawatiran terhadap beban utang luar negeri korporasi serta risiko fiskal pemerintah,” ungkap Hendra.

Menurutnya, tekanan terhadap IHSG berpotensi semakin besar apabila pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan keluarnya dana asing dari pasar saham.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024