Bitcoin Bertahan di Zona Aman, Analis Prediksi Potensi Kenaikan Lanjutan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Akhir pekan, Bitcoin sempat melaju ke US$ 81.000 pada Minggu (10/5/2026) dini hari waktu Asia. Namun sayangnya tak kuat untuk "tancap gas" ke level yang lebih tinggi. Awal pekan ini, Bitcoin sempat turun hingga sekitar US$ 79.500, tetapi segera stabil di dekat US$ 80.300.
Analis menggambarkan penurunan ini sebagai "koreksi yang sehat" setelah serangkaian pembelian yang kuat. Menurut data Coinmarketcap, Minggu pukul 07.17 WIB BTC tengah berada di US$ 80.669 menandai peningkatan 0,69% selama 24 jam terakhir. Adapun kisaran support kritis antara US$ 78.000 dan US$ 79.000 memainkan peran penting dalam memicu momentum kenaikan yang diperbarui. Baik indikator jangka pendek maupun menengah yang bertemu di level ini dipandang sebagai jaminan penting bagi investor.
Analis teknikal kini fokus pada ambang batas US$ 82.500 untuk Bitcoin. Jika garis ini dilewati, target selanjutnya kemungkinan akan ditetapkan pada US$ 84.000, diikuti oleh US$ 86.500 dan mungkin US$ 90.000 pada pergerakan selanjutnya.
Data teknikal yang dikumpulkan dari TradingView menunjukkan bahwa meskipun pasar belum mengkonfirmasi tren baru, sinyal bullish ringan jelas muncul. Saat ini, sinyal beli sedikit lebih unggul daripada sinyal jual, terutama karena indikator teknikal seperti MACD dan osilator momentum terus mengarah ke atas.
Namun, baik indikator RSI maupun stochastic belum mencapai wilayah jenuh beli, sehingga masih ada ruang untuk gelombang pembelian baru. Fakta bahwa rata-rata pergerakan eksponensial 10 hari dan 20 hari Bitcoin memberikan dukungan dinamis tepat di bawah harga saat ini menambah kepercayaan lebih lanjut selama koreksi.
Baca Juga
Bitcoin Jatuh ke US$ 79.000, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?
Sementara itu, melansir Coinmarketcapnews, Minggu pagi, resistensi signifikan terletak di dekat kisaran US$ 82.000–US$ 83.000, yang sesuai dengan rata-rata pergerakan 200 periode. Para ahli menekankan bahwa penembusan yang jelas di atas level ini akan diperlukan untuk pergeseran ke atas yang lebih kuat dalam struktur pasar.
Level US$ 82.500 dianggap sebagai resistensi yang benar-benar kuat. Jika level ini ditembus, target baru seperti US$ 84.000 dan US$ 86.500 dapat muncul, tetapi momentum yang kuat akan diperlukan untuk pergerakan tersebut.
Saat ini, pasar tampaknya telah memasuki fase menunggu. Kecenderungan keseluruhan adalah bahwa kecuali Bitcoin menembus resistensi US$ 82.500, konsolidasi lebih lanjut kemungkinan akan terjadi. Penutupan di atas level ini dapat membuka jalan bagi reli yang lebih kuat dan rekor tertinggi baru.
Di sisi lain, dukungan di sekitar US$ 78.000 tetap menjadi "zona aman" utama bagi pasar. Analis teknikal menyarankan bahwa selama area ini bertahan, struktur keseluruhan dan prospek optimis jangka menengah akan tetap utuh.
Baca Juga
Bitcoin Cetak Harga Tertinggi Tiga Bulan, Pasar Masuk Fase Baru
Selama support utama dipertahankan, prospek positif jangka panjang untuk Bitcoin tetap berlaku. Namun, terobosan yang menentukan ke atas diperlukan sebelum reli tajam dapat dimulai, demikian catatan para ahli dalam penilaian mereka.
Koreksi baru-baru ini telah untuk sementara meredakan kekhawatiran akan penurunan tajam, dan sentimen pasar secara keseluruhan menjadi sedikit lebih optimis sebagai hasilnya. Meskipun demikian, investor didesak untuk mengamati dengan cermat perkembangan makroekonomi dan level resistensi kunci. Dalam periode mendatang, arah jangka pendek Bitcoin kemungkinan akan bergantung pada apakah pembeli dapat mengatasi zona resistensi saat ini.

