Bagikan

Saham BNI (BBNI) Jadi Favorit Asing di Tengah Aksi Jual Bank Jumbo, Ini Prospeknya

Poin Penting

Saham BBNI catat net buy Rp 749,64 miliardalam sebulan, berbanding terbalik dengan net sell besar di BBCA, BBRI, dan BMRI.
Laba BBNI naik 5% jadi Rp5,7 triliun di Q1-2026, ditopang pertumbuhan kredit dan pendapatan komisi.
Analis kompak rekomendasikan buy dengan target harga Rp4.600–Rp5.100, didukung fundamental dan valuasi menarik.

JAKARTA, investortrust.idPT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menjadi saham bank incaran pemodal asing di saat bank besar lainnya menghadapi tekanan jual massif. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan total pembelian bersih (net buy) BBNI mencapai Rp 749,64 miliar dalam sebulan terakhir.

Raihan tersebut kontras dengan tiga bank besar lainnya yang mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham jumbo dalam sebulan terakhir. BBCA catatkan net sell senilai Rp 5,76 triliun, BBRI dengan net sell Rp 5,32 triliun, dan BMRI dengan net sell Rp 4,10 triliun.

Selain itu, BBNI mencatatkan kinerja keuangan solid sepanjang kuartal I-2025. Laba bersih naik 5% menjadi Rp 5,7 triliun pada kuartal I-2026. Angka tersebut di atas estimasi BRI Danareksa Sekuritas atau setara 27% dan sejalan dengan konsensus analis mencapai 26%.

Baca Juga

Investor Asing Buang Saham BBRI, BBCA, dan BMRI hingga Rp 16,1 Triliun per April, Bakal Berlanjut di Mei?

Lalu, bagaimana dengan prospek sahamnya? Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano dalam risetnya mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 4.700. Target harga ini mencerminkan valuasi price to book value (PBV) sebesar 1,0 kali. Target harga tersebut dihitung menggunakan metode Gordon Growth Model (GGM) dengan asumsi cost of equity (CoE) rata-rata lima tahun sebesar 12,0% dan proyeksi return on equity (ROE) 2026 sebesar 11,8%.

Rekomendasi beli tersebut mempertimbangkan keberhasilan BBNI mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan solid di kuartal I-2026. Rekomendasi tersebut juga mereflekasikan panduan kinerja tahun 2026 dengan target pertumbuhan kredit mencapai 8–10%, NIM di kisaran 3,5-3,8%, CoC sebesar 1,0-1,2%, serta peningkatan opex yang dibatasi hingga 7%.

Begitu juga dengan Mandiri Sekuritas menyebutkan bahwa fundamental kinerja BNI tetap solid di tengah dinamika ekonomi global, sehingga saham ini direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.600. Solidnya kinerja ditunjukkan ekspansi kredit yang solid serta peningkatan pendapatan berbasis komisi. Dari sisi pendanaan, pertumbuhan dana murah (CASA) serta tren loan to deposit ratio (LDR) menunjukkan perbaikan.

Baca Juga

Tuntas! BNI (BBNI) Kembalikan Dana Jemaat Gereja Paroki Aek Nabara Rp 28,26 Miliar

Pandangan positif terhadap saham BBNI juga diberikan Analis MNC Sekuritas Indonesia Victoria Venny dalam riset terbarunya. Dia mengatakan, kinerja keuangan BBNI pada kuartal I-2026 telah melampaui ekspektasi, didorong oleh pertumbuhan kredit yang kuat meskipun margin bunga bersih (NIM) mengalami tekanan. Penyaluran kredit tumbuh signifikan sebesar 20,1% YoY, ditopang oleh segmen korporasi yang naik 23,5% YoY.

Kualitas asset BBNI juga menunjukkan kondisi yang tetap stabil dengan rasio kredit bermasalah (gross NPL) level 1,9%. Sementara itu, rasio loan at risk (LAR) membaik menjadi 8,6% atau turun 230 basis poin YoY, menunjukkan pengelolaan risiko yang lebih baik.

Dengan torehan tersebut, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 5.100. Saat ini, saham BBNI diperdagangkan pada valuasi price to book value (PBV) sebesar 0,8 kali atau sekitar 1,5 standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun, sehingga saham ini masih menarik.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024